Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
GANGGA, Morad, Oslo Ibrahim, dan Cantika Abigail akan berkolaborasi dengan Fariz RM pada 25 Januari 2020 dalam acara Supermusic NEXTZone Live 360 Virtual Concert.
Supermusic NEXTZone Live 360 Virtual Concert edisi kelima secara khusus menggarap tema "Groove Generation". Tema ini yang akan menggabungkan karakteristik dan elemen dari deretan musisi kolaborator yaitu Gangga, Morad, Oslo dan Cantika dengan dimensi musik pop kreatif yang khas dari Fariz RM.
Baca juga: Lagu Sahabat Dulu Dapat Apresiasi, Prinsa Mandagie Bersyukur
Dalam kolaborasi ini, selain melantunkan lagu karya masing-masing musisi muda, mereka juga akan membawakan sejumlah hits Fariz RM seperti "Sakura", "Selangkah ke Seberang", hingga "Barcelona" dengan aransemen yang benar-benar baru.
Sebagai satu-satunya kolaborator wanita, Cantika Abigail menyambut antusias jelang penampilannya nanti. Dia membocorkan, akan membawakan lagu miliknya yang berjudul "Ace of Hearts" dan "Nada Kasih" milik Fariz RM.
"Kolaborasi ini menjadi satu hal yang sangat menarik karena aku sendiri ketika dikasih tahu line-up lumayan kaget kok musisinya bisa seberagam ini. Selain itu, dengan kita nyanyiin lagunya Om Fariz dan sebaliknya menjadi nilai tersendiri bahwa memang musik itu bisa dinikmati dan dikaryakan ulang dengan musisi tanpa memandang generasinya," kata Cantika dalam siaran resminya, Jumat.
Fariz sendiri menyebut Supermusic NEXTZone Live 360 Virtual Concert menawarkan konsep yang menarik baginya untuk terlibat. Selain kolaborasi yang menantang, konsep penataan musik hingga ke presentasi produksi seperti tata panggung dan tata cahaya diyakini memberikan pengalaman baru.
Selama menjalani proses workshop dan latihan, Fariz mengaku banyak terjadi diskusi dan saling tukar ide kreatif dengan para musisi dan kru yang terlibat.
"Para musisi milenial yang berkolaborasi dengan saya nanti masing-masing memiliki jalur presentasi musik yang berbeda. Sehingga menarik untuk menemukan bagaimana setiap musikus menginterpretasi karya-karya saya, demikian pula sebaliknya," ujarnya.
"Untungnya saya mengikuti perkembangan musik milenial dan cukup dekat dengan mereka," lanjut Fariz.
Selain sajian visual yang memanjakan mata, aksi kolaborasi Fariz RM dan empat musisi ini juga bakal menghadirkan sensasi yang berbeda untuk telinga para penonton.
Sebabnya, aransemen musik dalam kolaborasi ini digarap khusus oleh musisi Nikita Dompas. Tangan dingin Nikita cukup krusial untuk melebur musikalitas berbeda karakter dari seluruh penampil agar menjadi satu kemasan yang menarik.
"Nikita sebagai music director dan saya sepakat untuk menempuh cara terbaik yakni saling percaya, terbuka dan saling menginterpretasi sehingga yang terjadi adalah ini benar-benar jadi pengalaman baru bagi kami semua, termasuk saya tentunya," kata Fariz.
Eclipse dari Shye hadir dengan nuansa indie-rock yang kental, membawa pendengar menelusuri ruang-ruang keintiman yang bersifat tarik-ulur.
Sebagai penanda kembalinya mereka ke kancah musik tanah air, Cherry Bombshell, yang terbentuk sejak 1995, merilis single terbaru bertajuk Kecewa.
Album Britpop, yang dirilis pekan lalu, menjadi album ke-16 dalam karier solo Robbie Williams yang berhasil memuncaki tangga lagu.
Lagu Apa Arti Cinta dari Danil Josse hadir dengan balutan aransemen pop mainstream yang progresif namun tetap terasa hangat.
Secara musikal, SonicFlo memilih jalur pop-alternative sebagai identitasnya.
Melalui judul Terbentur, Terbentur, Terbentur, Febinda Tito tidak bermaksud menyampaikan keluhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved