Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
GANGGA, Morad, Oslo Ibrahim, dan Cantika Abigail akan berkolaborasi dengan Fariz RM pada 25 Januari 2020 dalam acara Supermusic NEXTZone Live 360 Virtual Concert.
Supermusic NEXTZone Live 360 Virtual Concert edisi kelima secara khusus menggarap tema "Groove Generation". Tema ini yang akan menggabungkan karakteristik dan elemen dari deretan musisi kolaborator yaitu Gangga, Morad, Oslo dan Cantika dengan dimensi musik pop kreatif yang khas dari Fariz RM.
Baca juga: Lagu Sahabat Dulu Dapat Apresiasi, Prinsa Mandagie Bersyukur
Dalam kolaborasi ini, selain melantunkan lagu karya masing-masing musisi muda, mereka juga akan membawakan sejumlah hits Fariz RM seperti "Sakura", "Selangkah ke Seberang", hingga "Barcelona" dengan aransemen yang benar-benar baru.
Sebagai satu-satunya kolaborator wanita, Cantika Abigail menyambut antusias jelang penampilannya nanti. Dia membocorkan, akan membawakan lagu miliknya yang berjudul "Ace of Hearts" dan "Nada Kasih" milik Fariz RM.
"Kolaborasi ini menjadi satu hal yang sangat menarik karena aku sendiri ketika dikasih tahu line-up lumayan kaget kok musisinya bisa seberagam ini. Selain itu, dengan kita nyanyiin lagunya Om Fariz dan sebaliknya menjadi nilai tersendiri bahwa memang musik itu bisa dinikmati dan dikaryakan ulang dengan musisi tanpa memandang generasinya," kata Cantika dalam siaran resminya, Jumat.
Fariz sendiri menyebut Supermusic NEXTZone Live 360 Virtual Concert menawarkan konsep yang menarik baginya untuk terlibat. Selain kolaborasi yang menantang, konsep penataan musik hingga ke presentasi produksi seperti tata panggung dan tata cahaya diyakini memberikan pengalaman baru.
Selama menjalani proses workshop dan latihan, Fariz mengaku banyak terjadi diskusi dan saling tukar ide kreatif dengan para musisi dan kru yang terlibat.
"Para musisi milenial yang berkolaborasi dengan saya nanti masing-masing memiliki jalur presentasi musik yang berbeda. Sehingga menarik untuk menemukan bagaimana setiap musikus menginterpretasi karya-karya saya, demikian pula sebaliknya," ujarnya.
"Untungnya saya mengikuti perkembangan musik milenial dan cukup dekat dengan mereka," lanjut Fariz.
Selain sajian visual yang memanjakan mata, aksi kolaborasi Fariz RM dan empat musisi ini juga bakal menghadirkan sensasi yang berbeda untuk telinga para penonton.
Sebabnya, aransemen musik dalam kolaborasi ini digarap khusus oleh musisi Nikita Dompas. Tangan dingin Nikita cukup krusial untuk melebur musikalitas berbeda karakter dari seluruh penampil agar menjadi satu kemasan yang menarik.
"Nikita sebagai music director dan saya sepakat untuk menempuh cara terbaik yakni saling percaya, terbuka dan saling menginterpretasi sehingga yang terjadi adalah ini benar-benar jadi pengalaman baru bagi kami semua, termasuk saya tentunya," kata Fariz.
Dirilis tepat pada 13 Februari 2026, EP Left Me Lost dari Reconcile hadir sebagai narasi sunyi yang mengeksplorasi kedalaman rasa kehilangan dan kebingungan personal.
Lagu PadaMu Kubersujud dari Melisa Darusman lahir dari tempat yang paling sunyi dalam diri, sebuah ruang tempat manusia tidak lagi memiliki kata-kata, dan yang tersisa hanyalah kepasrahan.
Inspirasi lagu 1000x berangkat dari keresahan Ghea Indrawari terhadap fenomena sosial yang ia amati belakangan ini.
Sebagian warganet menilai judul dan lirik lagu Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) dari Gandhi Sehat mengandung unsur kritik atau sindiran terhadap institusi tertentu.
Sony menghadirkan LinkBuds Clip dengan desain terbuka dan WF-1000XM6 dengan peredam kebisingan canggih. Dua earbud untuk pengalaman audio berbeda.
Onadio Leonardo mengungkapkan bahwa proses kreatif lagu terbaru Killing Me Inside Re:union lahir dari ruang sempit masa-masa sulitnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved