Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI cilik, yang kini sudah beranjak dewasa, Geofanny Tambunan kembali ke dunia musik setelah 18 tahun rehat melalui mini album berjudul Tingki, yang dirilis belum lama ini.
Seperti dikutip dari siaran pers, Senin (1/11), mini album itu hadir setelah sang penyanyi sempat mengalami depresi berat karena banyak hal yang terjadi di hidupnya. Ini menjadi karya Geofanny demi membuat hidupnya lebih bermakna.
Kata Tingki diambil dari bahasa Batak yang artinya waktu. Di sini, Geofanny ingin berbagi cerita jalur waktu yang terinspirasi dari ilmu Matematika tentang urutan angka.
Baca juga: Resso Gelar Coaching Clinic, Berbagi Cara Me-remix Lagu
Geofanny menghadirkan empat lagu dalam mini album bergenre pop itu. Tiga di antaranya yakni Peluk,Menunggu Keajaiban, dan Poda, hasil daur ulang, sementara satu lagu lainnya, Jarak, merupakan lagu baru.
Dia bekerja sama dengan sejumlah musisi seperti Pongki Barata, Dewi 'Dee' Lestari, Tagor Tampubolon, Yessi Kristianto, Amal Bhaskara,
Natasha Chairani, Ronald Silitonga, Chicha Adzhari, serta dukungan dari Rio Exo, Aditya Narendra, dan Dimas Pradipta.
Keempat lagu itu berkisah mengenai fase-fase tentang relasi kepada orang-orang yang Geofanny cintai, baik itu kekasih ataupun orangtua.
Dia berharap Tingki bisa menjadi media curahan hati untuk para penikmat musik yang pernah merasakan hal yang sama seperti dirinya.
Geofanny Tambunan dulu mulai dikenal publik saat berduet dengan Saskia, dan membawakan lagu-lagu ciptaan Titiek Puspa seperti Menabung, Aku Suka Musik, Marilah Kemari, dan Apanya Dong. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved