Sabtu 23 Oktober 2021, 14:20 WIB

Hollywood Berduka untuk Halyna Hutchins yang Tertembak Alec Baldwin

Mediaindonesia.com | Hiburan
Hollywood Berduka untuk Halyna Hutchins yang Tertembak Alec Baldwin

AFP/Sonia Recchia.
Halyna Hutchins.

 

SEJUMLAH aktor dan pembuat film di Hollywood berduka atas kematian salah satu rekan bisnis mereka yang sedang naik daun pada Jumat (22/10). Akan tetapi ada juga kemarahan atas Halyna Hutchins bisa terbunuh ketika Alec Baldwin menembakkan senjata properti.

"Saya sangat sedih dan sangat marah sekarang," tweeted pembuat film Rachel Morrison. "Tidak ada pengambilan gambar, tidak ada adegan, dan tidak ada film yang layak kehilangan nyawa. #RIPHalynaHutchins"

Hutchins ialah sinematografer di film Rust tentang kondisi barat di abad ke-19. Syutingnya berlangsung di Bonanza Creek Ranch di negara bagian New Mexico, AS, ketika insiden itu terjadi Kamis (21/10).

Wanita berusia 42 tahun, yang dilaporkan tertembak di perut, itu diterbangkan ke rumah sakit. Dia kemudian dinyatakan meninggal. Sutradara Joel Souza juga terluka, tetapi boleh pulang setelah perawatan darurat.

Aktor Elijah Wood, yang bekerja dengan Hutchins dalam film thriller superhero Archenemy mengatakan, "Berita yang benar-benar mengerikan dan menghancurkan tentang sinematografer Halyna Hutchins. Hati saya tertuju pada keluarganya."

Rekan Archemeny lain Adam Egypt Mortimer mengatakan dia sangat sedih dan marah karena ini bisa terjadi di lokasi syuting. "Dia punya bakat brilian yang benar-benar berkomitmen pada seni dan film."

Tragedi itu mengingat kematian Brandon Lee, putra Bruce Lee yang legendaris, yang meninggal karena luka tembak di lokasi syuting film The Crow pada 1993. "Hati kami tertuju pada keluarga Halyna Hutchins dan Joel Souza dan semua yang terlibat dalam insiden Rust," kata Shannon Lee, saudara perempuan Brandon dan putri Bruce. "Tidak seorang pun boleh dibunuh dengan pistol di lokasi syuting. Titik."

Hutchins lahir di Ukraina dan tinggal di Los Angeles. Pada 2019, ia dinobatkan oleh majalah American Cinematographer sebagai salah satu bintang industri yang sedang naik daun pada 2019, menurut situs web organisasi tersebut.

"Sangat sedih," tulis jurnalis hiburan Rebecca Keegan. "Halyna berbakat dan keren. Terakhir kali kami berbicara di Cannes 2017 dan dia penuh dengan energi dan kegembiraan."

Innovative Artists, yang mewakili Hutchins, menggambarkannya sebagai, "Sinar cahaya. Selalu tersenyum, selalu penuh harapan. Dia memutuskan sejak awal bahwa dia akan mengambil keahlian sinematografi dan beberapa tahun terakhir membuktikan bahwa dia baik-baik saja. Bakatnya sangat besar."

Pembuat film Rachel Morrison mempertanyakan penggunaan senjata asli selama pembuatan film. "Mengapa kita masih menggunakan peluru ketika biayanya sekitar 50 (sen) untuk menambahkan tembakan di pasca (produksi)? Jika Anda tidak mampu membuat film dengan aman, seharusnya tidak membuatnya sama sekali." (AFP/OL-14)

Baca Juga

Instagram @baratheflame

Kisah Cinta Keluarga Sebabkan Film The Flame Terasa Ringan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 02 Desember 2021, 10:15 WIB
Cerita tentang cinta dalam keluarga merupakan hal dasar agar isu utama yang diangkat dalam film dapat disampaikan dengan cara...
Antara/HO

Fiasco Rilis Album Pedana

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 02 Desember 2021, 09:30 WIB
Fiasco merupakan band virtual yang didalangi Ady dan Haris Pradistya sebagai visual...
Instagram @filmnussa

Nussa akan Hadir di Bioskop Online Mulai 25 Desember

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 02 Desember 2021, 09:15 WIB
Tiket film Nussa kabarnya dibanderol seharga Rp40.000 dan dapat disaksikan bersama keluarga di rumah dalam waktu 48 jam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya