Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Melalui kolaborasi musik lintas genre, Collabonation telah berhasil memperkuat posisinya sebagai wadah kolaborasi berbagai pelaku seni tanah air dan mendapatkan respon positif serta antusiasme yang kuat terhadap karya-karya yang dihasilkan sebelumnya. Kini, IM3 Ooredoo melalui Collabonation kembali hadir dengan konsep yang berbeda melalui film teater-musikal Limina | Limen. Film yang menggabungkan seni teater, musik, tari, dan rupa ini mengangkat tema dari situasi dunia sekarang, ketika pandemi memaksa kita untuk berhenti dan memeriksa ulang banyak hal dalam (cara) hidup kita.
Ditulis dan disutradarai oleh Yudi Ahmad Tajudin (Yudi Ahta), film teater-musikal Limina | Limen terbagi dalam 3 babak yaitu Refleksi, Purifikasi, dan Transformasi yang menceritakan tentang kehilangan, rasa tak berdaya, dan upaya untuk bertahan. Tiga musisi muda Indonesia, Sal Priadi, Nadin Amizah, dan Kunto Aji, menjadi pemeran utama dalam film ini sekaligus menjadi penyampai pesan melalui karakter, adegan, dan lagu yang dibawakan.
Fahroni Arifin, SVP - Head of Brand Management & Strategy Indosat Ooredoo melalui siatan pers yang diterima Media Indonesia, Jumat (26/6) mengatakan, “Melalui program Collabonation, IM3 Ooredoo akan terus menjadi wadah bagi para musisi dan pelaku seni dari berbagai bidang agar tetap dapat berkarya dan mengeksplorasi beragam disiplin seni, seperti Limina | Limen yang mempertemukan musik dengan sinema, seni pertunjukan teater, tari dan seni visual. Kami berharap program ini akan mendorong para seniman untuk menghasilkan karya kolaborasi yang memberikan dampak bagi masyarakat dan terutama dapat menginspirasi audiens kami untuk tetap semangat berkarya dalam keadaan apapun”.
Berangkat dari kondisi pandemi saat ini, Yudi Ahmad Tajudin - Sutradara Teater Kontemporer mengatakan, “Limina | Limen terinspirasi dari situasi dimana kita tiba-tiba dipaksa berhenti, tidak bisa melanjutkan hal-hal yang biasa kita lakukan. Proses kolaborasi ini sangat menyenangkan karena kami diberikan ruang gerak yang cukup besar untuk berdialog, menciptakan sesuatu yang mungkin baru untuk masing-masing yang terlibat. Menurut saya ini merupakan hal penting dalam berkolaborasi”.
Film teater-musikal Limina | Limen disusun dan dikembangkan berdasarkan karakter, imaji, serta suasana dari 5 lagu yang diciptakan dan dibawakan langsung oleh ketiga musisi yaitu “Di Timur” - Sal Priadi, “Kereta Ini Melaju Dengan Cepat” - Nadin Amizah, “Rehat” - Kunto Aji, “Amin Paling Serius” -Sal Priadi & Nadin Amizah, serta “Selaras” - Kunto Aji & Nadin Amizah.
Mewakili Kunto Aji & Nadin Amizah, Sal Priadi mengatakan, “Sejak awal kami semua sangat tertarik dengan ide kolaborasi ini, sekaligus penasaran bagaimana Mas Yudi Ahta merespon lagu-lagu kami dan menuangkannya menjadi sebuah cerita dalam film teater-musikal. Di Collabonation saya merasakan ide-ide seperti ini dapat terwujud dan saat ini kita melakukan sesuatu yang berbeda”.
Penasaran seperti apa jika seni Teater, Musik, Tari, dan Rupa dikolaborasikan dalam sebuah film? Saksikan Collabonation Limina | Limen yang akan tayang perdana secara Premiere pada hari Jumat 25 Juni 2021, pukul 20.00 WIB hanya di YouTube IM3 Ooredoo.
Untuk menyaksikan film Limina | Limen, tidak perlu khawatir akan kehabisan kuota dengan berlangganan paket Freedom Internet, paket simpel dengan 100% kuota utama yang dapat digunakan 24 jam, tanpa syarat dan ketentuan tersembunyi. Cara untuk menikmati paket Freedom Internet sangat mudah, pelanggan bisa mendapatkannya melalui *123# atau aplikasi myIM3 yang dapat di-download di Google Play Store atau AppStore. (OL-12)
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir di Seoul
Anak-anak itu tampil percaya diri, berani, dan menyebarkan semangat positif melalui penampilan mereka yang dihiasi senyuman di atas panggung Red Nose
Bagi Slank, pementasan ini bukan hanya bentuk refleksi, tetapi pengingat perjalanan panjang yang tidak mudah.
Festival Teater Indonesia (FTI) hadir sebagai titik pertemuan lintas kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater tanah air.
Resital Kelas Akting Titimangsa 2025 menghadirkan empat pertunjukan yang semuanya bersifat absurd namun dengan ciri absurd yang berbeda.
Festival Teater Indonesia (FTI) digagas oleh founder Titimangsa Happy Salma dan Direktur Titimangsa Pradetya Novitri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved