Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP orang sejatinya punya bakat tertentu. Hanya terkadang bakat tersebut tidak digali atau digarap dengan baik. Karena itu kita harus kreatif dan aktif untuk terus mengenai diri sendiri.
Hal tersebut diungkapkan penyanyi yang juga jebolan ajang pencarian bakat Ihsan Tarore. Kini selain menjadi penyanyi dan pemain sinetron, ia merambah media sosial dan menjadi content creator pada platform Likee di kala pandemi.
Baca juga: Buka ICCS 2021, Anies Harap Konten Kreator Tetap Kreatif
“Dari pada bengong dan diam di rumah aja, aku mencari-cari wadah untuk mengekspresikan diri. Lalu, aku menemukan Likee yang bisa menyalurkan itu dan mengisi waktu luang,” jelas penyanyi kelahiran Medan itu.
Hingga saat ini, Ihsan telah memiliki puluhan ribu penggemar di Likee berkat keaktifannya membuat konten yang kreatif. Tidak jarang juga Ihsan menggunakan fitur live streaming untuk menyapa dan berinteraksi secara langsung dengan penggemarnya.
Meski sudah tenar dengan suaranya, Ihsan tetap mencoba hal baru dan membuat dirinya berkarya di media sosial dengan menjadi content creator. Ihsan bahkan sukses memenangi kontes Likee bertajuk Likee Star Idol S2.
Ihsan mengaku, ia memulai menjadi content creator Likee karena ajakan adiknya. Sejak saat itu ia merasakan keseruannya dan menjadikan Likee sebagai platform untuk melepaskan stres.
“Karena ada pandemi dan lockdown di banyak tempat, aku jadi sulit untuk menyapa penggemar aku. Sudah jarang banget manggung off-air, jadinya kami juga jarang bertemu. Nah, Likee juga jadi tempat aku untuk berinteraksi langsung bahkan bisa lebih mendekatkan diri lagi dengan penggemar aku. Fitur-fitur di Likee sangat memungkinkan untuk kami bisa langsung tegur sapa,” kata sulung dari tiga bersaudara itu.
Menurut dia, ada banyak hal positif dengan menjadi content creator. Kita bisa bercerita soal keadaan di belakang layar saat membuat sinetron atau membagikan tips menyanyi.
“Nggak ada salahnya mencoba konten kreatif. Kita bisa berbagi hal positif kepada orang lain dan mengekspresikan diri kita sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, membuat konten video pendek memang tidak semudah yang dibayangkan, terlebih sebagai content creator harus memikirkan apa yang seru dan menarik untuk para penonton. Namun, jika ditekuni Likee bisa menjadi tempat untuk menambah penghasilan untuk siapa pun. “Jangan malu dan terus kembangkan kreativitas saja. Pasti nanti bisa bersinar,” lanjutnya. (RO/A-1)
ANGGOTA Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya dukung SKB 7 Menteri & Permenkomdigi No 9 Tahun 2026 terkait pembatasan AI instan & medsos bagi anak.
Psikolog klinis ungkap alasan remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial. Ternyata terkait pencarian identitas dan hormon dopamin.
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Berdasarkan data dari situs pemantau gangguan Downdetector, laporan mulai meroket sejak pukul 07.40 WIB. Skala gangguan ini cukup luas, mencakup pengguna di Amerika Serikat, Eropa
KETUA DPR RI Puan Maharani mengaku mendukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) soal aturan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Berbagai elemen masyarakat sipil, praktisi pendidikan, dan perwakilan legislatif menyerukan peninjauan ulang yang mendalam terhadap rencana implementasi PP Tunas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved