Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Drummer Barasuara Marco Steffiano Buka Kelas Produksi Musik

Thomas Harming Suwarta
17/6/2020 14:12
Drummer Barasuara Marco Steffiano Buka Kelas Produksi Musik
Drummer Barasuara Marco Steffiano(Dok: Pribadi)

DRUMMER Barasuara Marco Steffiano mengakui situasi pandemi covid-19 ikut memengaruhi sumber pendapatan yang biasa dia dapatkan selama ini. Kegiatan manggung terhenti, Marco pun mencoba memutar otak agar tetap bisa produktif dan mendapat penghasilan.

“Adaptasi paling utama menurut saya pada saat pandemi ini adalah bagaimana caranya mengakali untuk mendapat penghasilan, ya kondisinya di luar tidak bisa manggung, banyak kegiatan produksi tertahan. Nah bagaimana supaya saya tetap bisa dapat penghasilana untuk keluarga saya itu jadi tantangan tersendiri,” ungkap Marco saat berbincang dengan Media Indonesia dalam program Menunggu Sunset yang disiarkan langsung melalui instagram @mediaindonesia, Selasa (16/6) sore.

Diakui Marco, saat menghadapi pandemi, dirinya terpacu untuk mencari kegiatan yang produktif termasuk bisa memberikan penghasilan untuk dia dan keluarganya.

Salah satu kegiatan yang saat ini sedang dia jalankan misalnya membuka kelas belajar untuk produksi musik melalui kagiatan Belajar Produksi Musik Bersama Marco Steffiano. Dalam kegiatan ini, Marco berbagi pengalaman mengenai pemahaman dasar bermusik, kiat dan trik produksi musik hingga kelas privat.

Baca juga: Bernyanyi dan Bermusik dapat Atasi Stress Masa Pandemi

Tentu saja karena ini pembelajaran, Marco menetapkan tarif untuk masing-masing kelas dari RP175.000–300.000 per orang untuk 1 jam pelajaran.

“Kalau soal kelas ini memang sebenarnya keinginan saya untuk sharing ilmu dan sudah sejak lama. Bukan karena korona. Tapi keinginan itu tertahan karena keberanian saya. Apakah berguna atau tidak, tetapi ya jadi juga akhirnya,” ungkap Marco.

Soal kebiasaan harus tinggal di rumah pada saat pandemi, lanjut dia, tak jadi soal karena Marco sebenarnya sering beraktivitas di dalam daripada di luar rumah.

“Sebelum korona memang saya orang rumahan. Jadi ketika disuruh di dalam rumah juga nggak ada masalah. Saya kebanyakan di rumah sehingga praktis tidak ada bedanya. Bedanya ya gimana muter otak untuk dapat penghasilan saja,” pungkas Marco.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya