Kamis 28 Mei 2020, 11:17 WIB

Bernyanyi dan Bermusik dapat Atasi Stress Masa Pandemi

Abdillah Marzuqi | Weekend
Bernyanyi dan Bermusik dapat Atasi Stress Masa Pandemi

AFP/ JOHAN NILSSON (STR)
Penyanyi tenor Swedia, Rickard Soderberg, tampil dalam program 'Open Your Window-Let the Music In', April silam.

Terapis musik Ray Leone menjelaskan pentingnya bernyanyi dan mendengarkan musik saat hadapi masa sulit, termasuk pandemi saat ini. Leone adalah Direktur Terapi Musik Medis A Place To Be di Middleburg, Virginia. Ia juga Kepala Terapi Musik di Inova Health System.

Leone tercatat pernah membawa musiknya ke rumah sakit Inova Loudoun untuk membantu pasien dan staf mengatasi pandemi covid-19.

"Kami tahu melalui penelitian bahwa ada teknik terapi dengan musik tertentu yang dapat membantu mengurangi rasa sakit, mengurangi kecemasan," kata Leone saat itu.

Dilansir dari wjla.com, Leone juga menjelaskan musik bisa membantu otak saat stress. Menurutnya, musik bisa dijadikan medium untuk mencapai tujuan.

"Jadi pada dasarnya yang kami lakukan adalah menggunakan musik sebagai alat klinis untuk membantu memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan," katanya.

Kebutuhan itu bisa bersifat fisiologis dan psikologis. Leone menggunakan musik untuk mengurangi kecemasan maupun kesakitan dari para pasien. Ia merancang intervensi musik tertentu untuk tujuan tersebut.

"Dan itu intervensi non-farmakologis, artinya tidak melibatkan obat-obatan," terusnya.

Selain mengurangi rasa sakit dan kecemasan, terapi musik itu juga bisa menimbulkan reaksi fisik pada seseorang.

Begini cara kerjanya. Ketika ada musik, kerja otak akan sedikit berbeda. Dilihat dari functional magnetic resonance imaging (fMRI), ada beberapa bagian otak yang bekerja ketika seseorang memainkan musik, bernyanyi, ataupun sekedar mendengar musik. Hal itu tidak terjadi ketika tidak ada musik.

"Jadi inilah mengapa kita dapat menggunakan musik untuk membantu seseorang yang mengalami stroke, memiliki afasia, dan kehilangan kemampuan berbicara. Karena berbicara melibatkan bagian otak yang sangat spesifik. Artinya, jika ada cedera pada bagian tersebut, seseorang kehilangan kemampuan untuk berbicara. Sedangkan bernyanyi bisa membangun jaringan otak, bahkan menyembuhkan bagian otak tersebut.

"Jadi, musik bekerja secara neurologis untuk kita. Dan tubuh kita bekerja seperti musik," katanya. 

"Kita ingin harmoni dalam hidup. Semuanya bekerja dalam ritme, detak jantung beritme, berjalan pun punya ritme. Ini adalah istilah musik," tandasnya.

Menurutnya, musik juga bisa digunakan untuk membantu pemulihan psikologis. Musik akan membantu manusia untuk menyingkap pikiran agar mereka mampu menemukan cara mengatasi kondisi kejiwaan mereka.

"Kita dapat menggunakan musik untuk membantu mereka mengungkap sesuatu dalam pikiran mereka, dan mencari cara untuk mulai mengatasi menyusun rencana bersama untuk menjadi lebih baik," pungkasnya. (M-2)

Baca Juga

Unsplash/ Rahul Dey

Hal yang Bisa Tingkatkan Risiko Kematian saat Mendaki Gunung

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 15 Juli 2020, 06:30 WIB
Tewasnya sejumlah pendaki harus menjadi pelajaran bagi mereka yang juga berencana kembali naik...
Unsplash/ Angga Ranggana Putra

Kaset Lawas ‘Super Mario Bros’ Cetak Rekor Penjualan Gim

👤Galih Agus Saputra 🕔Selasa 14 Juli 2020, 16:50 WIB
Rekor itu tercipta dengan harga US$114.000 (Rp. 1,6 miliar) di Lelang gim di Heritage Auctions, Texas, Amerika...
AFP

Babak Baru Eksplorasi Planet Merah Segera Dimulai

👤Galih Agus Saputra 🕔Selasa 14 Juli 2020, 14:30 WIB
Armada yang dibangun Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab akan dikirim dalam perjalanan selama tujuh bulan selama beberapa minggu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya