Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BHINNEKA Tunggal Ika dan gotong royong dilontarkan pemain cello legendaris dunia, Yo-Yo Ma, saat menyapa audiens seusai membawakan Suite No 1 In G Major, BWV 1007 dan Suite No.3 In C Major, BWV 1009, di Jakarta International (Jiexpo) Theatre, Kemayoran Jakarta, Jumat (6/12) malam.
"Mungkin kita pernah merasa kehilangan, entah itu sahabat, orang yang kita kasihi, dan lainnya. Tetapi jangan sampai kehilangan dignity- martabat kita. Sosok penolong itu bisa ditemukan dalam Bach. Musik sebagaimana juga budaya menolong kita untuk mengenal lingkungan sekitar kita dengan satu dan lainnya. Budaya membantu kita berimajinasi akan masa depan yang lebih baik. Budaya mengubah mereka menjadi kita. Inilah yang terpenting," ujar pria kelahiran Paris 7 Oktober 1955 itu.
Selama hampir 2,5 jam, tangan dan jari jemari Yo yang lincah membawakan Six Suites for Unaccompanied Cello karya Johann Sebastian Bach (1685-1750). Bahkan ia memainkan sekaligus dua suite tanpa jeda selama 1 jam lebih. Riuh tepuk tangan tanda apresiasi tinggi dari hampir 2.500 penonton pun menggetarkan gedung konser.
Yo-Yo Ma tampil di atas panggung polos tanpa pernak pernik ornamen dekorasi. Namun penggunaan Meyer Constellation System untuk amplifikasi pasif membuat kemurnian suara dari penampilan Yo-Yo Ma dirasakan merata oleh semua penonton. Ditambah lagi 280 speakers dan sistem akustik gedung yang baik membuat nada-nada dari gesekan cello Yo-Yo Ma terdengar jernih.
Pria yang sudah mengenal cello sejak usia 4 tahun itu pun mengakhiri penampilan dengan berkolaborasi bersama penyanyi jazz Dira Sugandi lewat tembang Bengawan Solo.
Seusai konser di Jiexpo, Yo mengadakan kegiatan khusus dengan Sukkha Citta di Museum Bank Indonesia, Sabtu (7/12). Acara bertajuk Day of Action tersebut diisi dengan dialog, kolaborasi dan pertunjukan seni antara Yo-Yo Ma dan Sukkha.
Indonesia merupakan negara ke-25 dari seluruh rangkaian Yo-Yo Ma’s Bach Project yang melakukan tur selama 2 tahun untuk mengadakan 36 konser musik klasik, di 6 benua dan 36 hari untuk kegiatan Day of Action.
Pada Agustus 2018, Yo-Yo Ma memulai tur global 2 tahun untuk menampilkan Johann Sebastian Bach Six Suites for Unaccompanied Cello di 36 lokasi di seluruh dunia. Tur ini dilatarbelakangi tidak hanya oleh enam dekade perjalanan musik Yo-Yo Ma, tapi juga dimotivasi oleh kepiawaian musisi Bach pada kemanusiaan di dunia yang terkadang terlalu fokus pada perbedaan. Bagi Yo-Yo Ma, musik dari Bach yang kini telah berusia lebih dari 300 tahun merupakan salah satu contoh bagaimana budaya dapat menghubungkan dan membantu manusia untuk membayangkan dan membangun masa depan yang lebih baik lagi.
Menurut Executive producers Shoemaker Studios Prajna Murdaya yang bersama mempromotori Yo-Yo Ma’s Bach Project GoImpact, Yo-Yo Ma mempercayai budaya tidak hanya terbatas pada seni tapi juga pada penyatuan seni dan sains, serta semua hal yang dapat membuat kita memahami lingkungan, orang sekitar dan diri sendiri dengan lebih baik.
"Shoemaker Studios merupakan inkubator bagi para musisi lokal maupun internasional untuk mengeksplorasi musik dan mengembangkan kreativitas mereka dalam bermusik. Kami melihat nilai yang dibawa oleh Yo-Yo Ma’s Bach Project sejalan dengan semangat kami yang menggabungkan beragam elemen musik dan kreativitas, serta menyatu dalam harmoni seperti halnya dalam bermusik," ujarnya.
Prajna yakin semangat Yo-Yo Ma dapat menginspirasi pemusik di Indonesia untuk menghargai keberagaman dan menjalin hubungan yang harmonis antar sesama.
Yo-Yo ma yang lahir dari orangtua asal Tiongkok. Ayahnya Hiao-Tsiun Ma seorang konduktor, sementara ibunya Marina Lu seorang penyanyi. dari Paris, keluarganya pindah ke New York City, saat usia Yo 7 tahun.
Terlihat hadir di acara konser, Dubes AS Joseph R Donovan bersama istrinya Mei Chou Donovan, musisi Adi MS, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan banyak lagi. (X-15)
Baca juga: Desember, Cellis Legendaris Yo-Yo Ma Manggung di Jakarta
Baca juga: Uji Coba Fitur Baru, Netflix Bikin Sineas Dongkol
Jakarta Concert Orchestra (JCO) kembali membuktikan daya tarik musik anime di panggung orkestra melalui konser bertajuk an Anime Symphony: Re-Awakening.
Diboyong oleh Singapore Street Festival yang bekerja sama dengan 54 Entertainment, konser ini menawarkan cara baru menikmati petualangan pertama Harry Potter di layar lebar.
SAMBUT tahun baru 2026 dengan berbagai tontonan penuh kemeriahan. Platform streaming Cathcplay+ membawa deretan tayangan terbaru mereka.
Tur Harry Styles, Together, Together, akan berlangsung selama tujuh bulan, dimulai dari Mei hingga Desember.
Bruno Mars resmi debut di Roblox lewat konser virtual 'Steal a Brainrot' pada 17 Januari 2026. Simak jadwal lengkap dan cara mendapatkan item eksklusifnya.
Rencananya, konser LUX NOVA dari KLa Project akan dihelat pada 7 Februari 2026 di Balai Sarbini, Jakarta Pusat.
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir di Seoul
Anak-anak itu tampil percaya diri, berani, dan menyebarkan semangat positif melalui penampilan mereka yang dihiasi senyuman di atas panggung Red Nose
Bagi Slank, pementasan ini bukan hanya bentuk refleksi, tetapi pengingat perjalanan panjang yang tidak mudah.
Festival Teater Indonesia (FTI) hadir sebagai titik pertemuan lintas kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater tanah air.
Resital Kelas Akting Titimangsa 2025 menghadirkan empat pertunjukan yang semuanya bersifat absurd namun dengan ciri absurd yang berbeda.
Festival Teater Indonesia (FTI) digagas oleh founder Titimangsa Happy Salma dan Direktur Titimangsa Pradetya Novitri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved