Kamis 31 Oktober 2019, 21:44 WIB

Desember, Cellis Legendaris Yo-Yo Ma Manggung di Jakarta

Fetry Wuryasti | Weekend
Desember, Cellis Legendaris Yo-Yo Ma Manggung di Jakarta

MI/Fetry Wuryasti
Cellis kenamaan Yo-Yo Ma akan tampil di Jakarta pada 6 Desember mendatang.

Yo-Yo Ma, pemain cello legendaris dunia akan hadir di Indonesia untuk konser musik klasik Yo-Yo Ma's Bach Project di Indonesia pada 6 Desember 2019 di Jakarta International Theater. Dia ialah cellis yang pernah tampil di hadapan delapan Presiden AS.

Indonesia merupakan negara ke-25 dari seluruh rangkaian Yo-Yo Ma's Bach Project yang melakukan tur selama 2 tahun untuk menggelar 36 konser musik klasik di 6 benua.

Nantinya, dia akan memainkan tunggal cello untuk 6 Suites Bach, selama 2 jam 15 menit, tanpa iringan musik lain maupun dukungan microphone.

Di Indonesia, Yo-Yo Ma's Bach Project dipromotori oleh Shoemaker Studios bekerja sama dengan GoImpact dan didukung sepenuhnya oleh Jakarta International Theatre, pusat seni pertunjukan terbaru dan menyediakan fasilitas terbaik di Indonesia

Selain itu, pada 7 Desember, Yo-Yo Ma akan menyelenggarakan kegiatan khusus bertajuk Day of Action yang akan diisi dengan dialog, kolaborasi dan pertunjukan seni antara Yo-Yo Ma dengan pelaku seni, budayawan, dan komunitas setempat.

Pada Agustus 2018 lalu, Yo-Yo Ma memulai tur global 2 tahun untuk menampilkan Johann Sebastian Bach Six Suites for Unaccompanied Cello di 36 lokasi di seluruh dunia.

Tur ini dilatarbelakangi tidak hanya oleh 6 dekade perjalanan musik Yo-Yo Ma tapi juga dimotivasi oleh kepiawaian musisi Bach pada kemanusiaan di dunia yang terkadang terlalu fokus pada perbedaan.

Bagi Yo-Yo Ma, musik dari Bach yang kini telah berusia lebih dari 300 tahun merupakan salah satu contoh bagaimana budaya dapat menghubungkan dan membantu kita untuk membayangkan dan membangun masa depan yang lebih baik lagi.

Yo-Yo Ma mempercayai bahwa budaya tidak hanya terbatas pada seni tapi juga pada penyatuan seni dan sains, dan semua hal yang dapat membuat kita memahami lingkungan, orang sekitar dan diri sendiri dengan lebih baik.

Founding Partner of Shoemaker Studios, Prajna Murdaya mengatakan pihaknya merupakan inkubator bagi para musisi lokal maupun internasional untuk mengeksplorasi musik dan mengembangkan kreativitas dalam bermusik.

"Kami melihat nilai yang dibawa oleh Yo-Yo Ma's Bach Project sejalan dengan semangat kami yang menggabungkan beragam elemen musik dan kreatifitas dan menyatu dalam harmoni seperti halnya dalam bermusik. Kami meyakini semangat Yo-Yo Ma dapat menginspirasi pemusik di Indonesia untuk menghargai keberagaman dan menjalin hubungan yang harmonis antar sesama," ujar Prajna, di Jakarta, Kamis (31/10).

Untuk mendukung konser musik klasik dari salah satu maestro terbaik di dunia dan baru pertama kali diadakan di Indonesia, Yo-Yo Ma's Bach Project telah menetapkan standar yang sangat tinggi untuk lokasi acara.

Oleh karena itu, Yo-Yo Ma's Bach Project memilih Jakarta International Theater sebagai tempat pelaksanaan konser klasiknya karena fasilitas akustik yang dimiliki Jakarta International Theatee.

General Manager of Jakarta International Theatre, Bernard Grover mengatakan konser musik ini akan menjadi konser klasik terbaik yang pertama kali diadakan di Indonesia.

"Teater kami dengan fasilitas akustik dan peralatan dengan kualitas internasional ini sangat ideal untuk konser klasik kelas dunia. Jakarta International Theater memiliki 3 tingkat area menonton dengan total kapasitas 2.500 tempat duduk dan seluruhnya memiliki sudut pandang tak terhalang,"

Teater juga didukung oleh beberapa ballroom, hall dan ruang pertemuan. Secara keseluruhan kompleks ini berukuran total 30.000 meter persegi. Teater menggunakan peralatan sound system dengan total 280 speakers.

Tiket konser Yo-Yo Ma's Bach Project tersedia mulai harga Rp715 ribu. Khusus untuk pembelian dengan kartu kredit BCA mendapatkan potongan harga sebesar 20% untuk semua periode tiket (presale 1, presale 2, dan harga normal). Tiket presale 1 akan mulai dijual tanggal 31 Oktober 2019. Penjualan tiket dan informasi lebih lanjut bisa lihat https://www.yo-yomajakarta.com/ (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More