Jumat 11 Juni 2021, 05:35 WIB

La Furia Roja bukan Momok Lagi

AFP/And/R-2 | Fokus
La Furia Roja bukan Momok Lagi

AFP/JAVIER SORIANO
Pemain Spanyol mendengarkan instruksi pelatih Luis Enrique ketika menjalani latihan di Stadion Wanda Metropolitano, 3 Juni lalu.

 

PERSAINGAN menarik tersaji di Grup E Euro 2020 yang dihuni Spanyol, Swedia, Polandia, dan Slovakia. Spanyol yang kini tidak lagi menjadi tim yang paling ditakuti di Eropa, setelah memenangi dua ajang Euro secara beruntun pada 2008 dan 2012.

Generasi Spanyol yang baru kini ditugaskan untuk mengembalikan kejayaan mereka sebelumnya di Euro 2020. Luis Enrique lebih berfokus untuk melihat ke depan ketimbang ke masa lalu. Itu pula yang membuatnya mengabaikan Sergio Ramos yang sedang cedera sehingga Furia Roja bakal beraksi tanpa dia di sebuah turnamen besar.

Enrique lebih memilih pemain-pemain muda, termasuk Ferran Torres yang berkiprah di klub Manchester City Inggris. Bintang muda yang mencetak trigol saat menang besar 6-0 atas Jerman di Nations League Eropa, Oktober silam.

Demikian pula dengan Pau Torres, yang telah mengantar klub idolanya semenjak belia, Villarreal, menjadi kampiun Liga Europa mengalahkan tim elite Inggris Manchester United. Ada pula Aymeric Laporte, pemain yang memilih beralih warga negara dari Prancis ke Spanyol.

Di lini tengah, Spanyol memiliki pemain berpengalaman pada diri Koke, Thiago Alcantara, Pedri, serta Sergio Busquets. Jajaran pemain yang menjamin aliran bola ke lini depan yang selain memiliki Ferran Torres juga diisi Alvaro Morata dan Gerard Moreno.

Jajaran bintang muda diharapkan mampu mengembalikan kejayaan La Furia Roja. Itu setelah Spanyol tidak mampu mencapai perempat final di tiga turnamen besar setelah memenangi Euro 2012, mulai Piala Dunia 2014 dan 2018 serta di Piala Eropa 2016.

Tantangan keras bagi pasukan muda Spanyol hadir dari perempat finalis di Prancis lima tahun lalu, Polandia. Anak asuh Paulo Sousa ini kembali sangat mengandalkan pada gol penyerang tajam Robert Lewandowski.

Kehadiran Sousa menggantikan posisi Jerzy Brzeczek, membuat permainan Polandia kian matang. Lewandowski juga terlayani dengan kehadiran dua gelandang andalan, Piotr Zielinski dan Mateusz Klich. Aliran bola yang memanjakan Lewandowski seperti ketika bermain di klubnya, Bayern Muenchen.

Setelah memecahkan rekor gol Gerd Muller yang berusia 49 tahun, Lewandowski bakal terpacu lebih maksimal di Euro 2020. Apalagi kandidat Ballon d'Or cukup pantas baginya.

 

 

Tanpa Ibra

Di bagian lain, Swedia akan berlaga tanpa Ibra. Cedera menghambat pemilik nama lengkap Zlatan Ibrahimovic untuk kembali ke kancah internasional. Namun, Swedia memberikan jalan terbuka bagi striker dari generasi baru seperti keyakinan sang pelatih, Jane Andersson.

Swedia berusaha memastikan ketidakhadiran Ibra itu tidak terlalu terasa dengan menyimpan kartu as seperti Alexander Isak yang mencetak 17 gol di La Liga untuk Real Sociedad musim ini. Ada nama Jordan Larsson masuk dalam skuad setelah tampil impresif bersama Spartak Moscow.

Swedia juga memiliki Dejan Kulusevski yang berkostum Juventus. Kulusevski diyakini mampu menambah kreativitas tim dalam bermain di lini depan.

Kulusevski telah mampu menjaga tempat utama di Juventus sehingga bisa berperan di tim nasional negaranya. Begitu pula dengan Isak, ujung tombak muda 21 tahun dengan keunggulan tinggi badan mencapai 1,90 meter dengan fisik yang kuat. Ditambah Larsson, membuat Swedia memiliki trio serang yang bisa mengancam setiap tim lawan.

Keinginan lolos dari penyisihan grup juga diusung Slovakia, kendati ini kali kedua mereka lolos ke Euro 2020. Lima tahun lalu di Prancis, Slovakia sudah tersisih di penyisihan grup.

Kapten Marek Hamsik masih menjadi kekuatan tim asuhan Stefan Tarkovic ini. Namun, Hamsik bukan lagi kekuatan utama. Ada nama bek tengah Milan Skriniar yang menjadi salah satu pilar Inter Milan untuk meraih trofi Seri A Italia musim ini.

Baca Juga

ANTARA/FAUZAN

Tuntaskan Dahulu Penderitaan Rakyat

👤Agus Mulyawan 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 00:30 WIB
Sayangnya, ada sejumlah pihak yang sudah tidak sabar dan bernafsu untuk meraih jabatan dan kekuasaan dengan intrik-intrik politik yang...
Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/SMRC/PandemicTalks/Litbang MI

Menyambut Tahun Politik di Tengah Pandemi

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 00:20 WIB
DI tengah penanganan pandemi covid-19 yang belum juga usai, pemberitaan di media massa sudah ramai dengan isu terkait dengan utak-atik...
MI/ADI KRISTIADI

Atasi Covid-19 Lebih Krusial ketimbang Copras-capres

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 00:10 WIB
Para politisi sudah seharusnya punya tanggung jawab untuk membereskan pandemi covid-19 dulu. Apalagi hingga hari ini terjadi kenaikan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya