Rabu 04 November 2020, 02:00 WIB

Pengunjuk Rasa Anti-Macron makin Menggelora

MI/SUMARYANTO BRONTO | Fokus
Pengunjuk Rasa Anti-Macron makin Menggelora

AFP/ABBAS MOMANI
Aksi warga Palestina memprotes publikasi kartun Nabi Muhammad SAW di Ramallah

 

PARA demonstran membawa patung Presiden Prancis Emmanuel Macron dan melemparinya dengan sepatu saat aksi anti-Prancis di Kota Ramallah, Palestina, Jumat (30/10).

Sepekan lebih Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi sorotan akibat ucapannya yang kontroversial hingga menuai kecaman dari umat Islam di dunia karena mengaitkan Islam dengan terorisme.

Pernyataan itu dilontarkan Macron terkait insiden pemenggalan seorang guru bernama Samuel Paty oleh pemuda 18 tahun asal Chechnya setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada muridnya.

Pernyataan Macron telah memicu protes dan seruan dari umat Islam di seluruh dunia.

Macron dikecam oleh negara- negara muslim, termasuk Indonesia. Seruan untuk memboikot produk-produk Prancis kemudian menggelora di negara-negara berpenduduk mayo ritas muslim.

Barang-barang produk Prancis ditarik dari rak supermarket di Qatar, Kuwait, dan negara-negara Teluk lainnya.

Di Pakistan dan beberapa negara, pengunjuk rasa bahkan membakar foto pemimpin dan bendera Prancis.

Sikap kontroversial Macron dalam memerangi apa yang disebutnya ‘separatisme Islam’ di negaranya dengan menggambarkan Islam sebagai ‘agama dalam krisis’, juga pembelaannya terhadap kartun-kartun yang menghujat Nabi Muhammad, telah memicu kecaman internasional, protes, dan seruan untuk memboikot produk-produk buatan Prancis.

Setelah demonstrasi antidirinya semakin mengelora di berbagai negara muslim, Macron kemudian mengatakan pada Sabtu (31/10) bahwa dia menghormati umat Islam yang dikejutkan dengan pemunculan kartun Nabi Muhammad. Akan tetapi, menurutnya hal itu bukan alasan untuk melakukan kekerasan di negara sekuler tersebut.

Dalam wawancara dengan televisi Arab Al Jazeera sebagai upaya untuk memperbaiki kesalahpahaman, Macron meng ungkapkan niat Prancis di dunia muslim. Prancis tidak akan mundur dalam menghadapi kekerasan dan juga akan membela hak kebebasan berekspresi, termasuk penerbitan kartun Nabi Muhammad.

Padahal penggambaran Nabi Muhammad sangat menyinggung kaum muslim karena tradisi Islam secara eksplisit melarang sosok Muhammad dan Allah divisualkan.

Para pemimpin politik di Turki dan Pakistan pun marah kepada Macron, menuduhnya tidak menghormati kebebasan berkeyakinan dan memarginalkan jutaan muslim di Prancis
(I-1).

Baca Juga

ANTARA/FAUZAN

Tuntaskan Dahulu Penderitaan Rakyat

👤Agus Mulyawan 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 00:30 WIB
Sayangnya, ada sejumlah pihak yang sudah tidak sabar dan bernafsu untuk meraih jabatan dan kekuasaan dengan intrik-intrik politik yang...
Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/SMRC/PandemicTalks/Litbang MI

Menyambut Tahun Politik di Tengah Pandemi

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 00:20 WIB
DI tengah penanganan pandemi covid-19 yang belum juga usai, pemberitaan di media massa sudah ramai dengan isu terkait dengan utak-atik...
MI/ADI KRISTIADI

Atasi Covid-19 Lebih Krusial ketimbang Copras-capres

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 00:10 WIB
Para politisi sudah seharusnya punya tanggung jawab untuk membereskan pandemi covid-19 dulu. Apalagi hingga hari ini terjadi kenaikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya