Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Anak Susah Antre dan Kurang Fokus? Coba Latih Keterampilan Observasi lewat Role Play

Intan Safitri
24/1/2026 19:00
Anak Susah Antre dan Kurang Fokus? Coba Latih Keterampilan Observasi lewat Role Play
Momen kelas memasak anak-anak di House of Jelly, KidZania Jakarta.(Dok Nutrijell)

BAGI banyak orang tua, menghadapi anak yang sulit fokus atau tidak sabar saat mengantre adalah tantangan harian. Namun, disiplin dan konsentrasi bukanlah sifat bawaan, melainkan keterampilan yang harus dilatih sejak dini. Salah satu metode yang efektif adalah melalui aktivitas role play atau simulasi profesi yang terstruktur.

Melatih Disiplin lewat Pengalaman Nyata

Dalam sebuah aktivitas simulasi, anak-anak tidak hanya sekadar bermain, tetapi dihadapkan pada situasi dunia nyata yang menuntut kepatuhan pada prosedur. Misalnya, saat mengikuti sesi profesi sebagai Dessert Chef selama 20 menit, anak diajarkan untuk mengikuti instruksi langkah demi langkah secara berurutan.

Sebelum memulai aktivitas, mereka diwajibkan melakukan prosedur standar seperti mencuci tangan dan menggunakan atribut kerja dengan rapi. Di sinilah aspek kedisiplinan terbentuk tanpa terasa seperti paksaan. Lindung Artha Mahendra, Direktur Operasional, menjelaskan bahwa pengalaman langsung jauh lebih efektif daripada sekadar teori.

"Di sini dari awal datang saja sudah diajarkan antre. Antre ini edukasi. Kemudian diajari bagaimana mereka menyapa (greeting), mendisiplinkan diri sebelum aktivitas seperti cuci tangan. Mereka melakukannya secara kontinu, sehingga disiplin terbangun secara tidak disadari melalui pengalaman," ujar Lindung pada Opening Ceremony House of Jelly di Kidzania Pasific Place (24/1).

Mengubah Peran Orang Tua: dari "Manajer Logistik" Menjadi "Observer"

Kesalahan umum orang tua saat menemani anak beraktivitas adalah terlalu sibuk mengurus hal teknis membawakan tas, menyediakan minum, atau mengatur jadwal yang sering dijuluki sebagai "manajer logistik". Padahal, momen anak sedang beraktivitas adalah waktu emas bagi orang tua untuk melakukan observasi mendalam.

Dengan menjadi pengamat (observer), orang tua dapat melihat kecenderungan minat dan bakat anak secara natural. Apakah anak lebih menonjol dalam ketelitian saat menghias makanan, memiliki jiwa kepemimpinan saat bekerja dalam tim, atau lebih tertarik pada proses sains di balik bahan makanan seperti rumput laut?.

Lindung menambahkan bahwa observasi ini penting agar orang tua tidak memaksakan ambisi pribadi kepada anak.

"Orang tua bisa mengobservasi anak-anaknya untuk mengetahui minat mereka sejak dini. Jadi tidak seperti ambisi orang tua yang mengharuskan anak jadi artis padahal bakatnya mungkin di bidang lain. Dengan mengobservasi, orang tua mendapatkan sudut pandang yang tepat tentang apa yang benar-benar disukai anak," tambahnya.

Manfaat Jangka Panjang

Aktivitas role play yang interaktif membantu anak memahami bahwa setiap hasil karya memerlukan proses dan kesabaran. Selain melatih fokus, anak juga belajar menghargai pekerjaan orang lain karena mereka pernah merasakan langsung proses produksinya.

Melalui pendekatan ini, orang tua tidak hanya membantu anak menjadi lebih tertib, tetapi juga membangun fondasi komunikasi yang lebih baik berdasarkan pemahaman atas minat nyata sang anak. Edukasi yang dikemas secara menyenangkan membuat anak belajar tanpa merasa sedang didikte, sementara orang tua pulang dengan catatan berharga mengenai masa depan putra-putrinya. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya