Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

PLN EPI Gandeng Mitra di Kalimantan Kembangkan Biomassa Terintegrasi

Insi Nantika Jelita
04/4/2026 17:30
PLN EPI Gandeng Mitra di Kalimantan Kembangkan Biomassa Terintegrasi
ilustrasi(PLN EPI)

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui pengembangan rantai pasok bioenergi yang terintegrasi. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Kalimantan Powerindo untuk pengembangan dan pengelolaan biomassa sebagai sumber energi terbarukan.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa biomassa menjadi elemen penting dalam menjaga keandalan pasokan energi sekaligus mendukung target net zero emission (NZE) 2060. Sebagai subholding energi primer, PLN EPI memiliki mandat untuk memastikan ketersediaan energi yang tidak hanya andal, tetapi juga berkelanjutan.

Menurut Hokkop, penguatan ekosistem biomassa harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Hal ini mencakup pengelolaan sumber bahan baku, proses pengolahan, sistem logistik, hingga pemanfaatan akhir di pembangkit listrik.

PLN EPI juga mendorong integrasi rantai pasok melalui pengembangan skema hub dan sub-hub. Pendekatan ini memungkinkan konsolidasi bahan baku, standarisasi kualitas, serta peningkatan efisiensi distribusi biomassa ke pembangkit listrik.

“Pendekatan hub tidak hanya memastikan pasokan tetap terjaga, tetapi juga menciptakan efisiensi logistik dan kepastian kualitas biomassa. Ini menjadi fondasi penting untuk mendukung program cofiring di PLTU,” ujar Hokkop.

Ia juga menekankan bahwa dinamika geopolitik global semakin menguatkan urgensi diversifikasi energi berbasis sumber daya domestik. Dalam jangka panjang, energi fosil diproyeksikan menjadi penyangga, sementara energi terbarukan seperti biomassa didorong sebagai sumber utama.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kalimantan Powerindo, Rudy Gunawan, menyatakan kerja sama ini sejalan dengan kesiapan perusahaan dalam mengembangkan ekosistem bioenergi. Ia menilai Kalimantan memiliki potensi besar sebagai pusat (hub) biomassa, terutama dari limbah industri kelapa sawit dan sektor pertambangan.

Menurut Rudy, pemanfaatan limbah padat seperti cangkang sawit (PKS) dan empty fruit bunch (EFB) masih memiliki potensi besar yang belum optimal. Melalui pendekatan terintegrasi, pengelolaan biomassa dapat memberikan nilai tambah ekonomi, memperkuat ketahanan pasokan, sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Kerja sama ini akan difokuskan pada pengembangan biomass hub di Kalimantan Timur, dengan pemanfaatan berbagai jenis bahan baku, mulai dari biomassa kayu hingga bioCNG. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan cofiring PLTU sekaligus menjadi model pengembangan bioenergi terintegrasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, PLN EPI menegaskan perannya sebagai penggerak utama ekosistem bioenergi nasional, dengan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal menjadi kekuatan strategis untuk memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju energi bersih yang berkelanjutan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya