Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Indonesia-Jepang akan Segera Tuntaskan Blok Masela

Cahya Mulyana
30/3/2026 17:00
Indonesia-Jepang akan Segera Tuntaskan Blok Masela
Grafis(MI)

KEPALA Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan Indonesia dan Jepang sepakat untuk mempercepat pengembangan proyek gas bumi Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku, di tengah perang yang berlangsung antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

“Iya, semua pihak sepakat untuk percepatan,” ujar Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, kepada ANTARA ketika dihubungi dari Jakarta, Senin (30/3).

Djoksis menyampaikan pembahasan progres pengembangan Blok Masela berlangsung dengan baik dan terus menunjukkan kemajuan.

“(Pembahasan) terus ber-progress, berlangsung bagus,” ucap Djoksis.

Untuk diketahui, Djoksis bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut mendampingi lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang guna memperkuat kerja sama strategis kedua negara.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan sektor energi menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam lawatan tersebut.

Ia mengatakan kerja sama bidang energi dengan Jepang memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam konteks tersebut, ia mengatakan Menteri ESDM memiliki peran untuk memastikan setiap peluang kerja sama di sektor energi dapat diterjemahkan menjadi kesepakatan yang konkret.

Sebelumnya, pada Minggu (15/3), Bahlil telah bertemu CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda, menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan proyek Blok Masela yang memiliki kesepakatan investasi mencapai USD 20 miliar (sekitar Rp339 triliun).

Proyek Blok Masela dinilai memiliki nilai penggerak ekonomi baru bagi Indonesia Timur, sekaligus sumber pasokan gas besar untuk industri nasional di masa depan.

Duta Besar RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Nurmala Kartini Sjahrir menyampaikan kesepakatan pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela merupakan tonggak sejarah bagi ketahanan energi nasional.

KBRI Tokyo akan terus melakukan fungsi fasilitasi agar tahap Front-End Engineering and Design (FEED) dapat berjalan tepat waktu pada kuartal III 2026, sehingga dapat mencapai target produksi pada 2029–2030.

Sementara itu, Bahlil juga mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek tersebut yang sudah mencapai sekitar 25 persen.

Dia menegaskan keinginannya agar Proyek Abadi Masela dapat memajukan FEED pada kuartal kedua 2026 atau selambatnya di kuartal ketiga tahun ini agar secara paralel dapat melakukan tender Engineering Procurement Construction (EPC). (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya