Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
FOUNDER Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto menilai perlu ada sinergi yang baik antar kementerian/lembaga dan stakeholder untuk menciptakan iklim investasi di sektor hulu minyak dan gas (migas) Indonesia menarik di mata investor.
Menurutnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tidak bisa bekerja sendiri untuk meningkatkan daya saing investasi hulu migas di Tanah Air.
"Misalnya, soal membuat kontrak bagi hasil migas yang lebih menarik, itu bukan dari SKK Migas, tapi ada peran Kementerian ESDM. Sinergi yang baik dibutuhkan supaya iklim investasi hulu migas Indonesia menarik," ungkap Agung saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (31/1).
Baca juga : Dorong Investasi, SKK Migas Kumpulkan Pemangku Kepentingan Hulu Migas di ICIOG 2023
Ia menuturkan masalah proyek hulu migas terjadi pada proyek gas alam cair (LNG) Abadi Blok Masela, Maluku. Adanya perubahan skema pengembangan Blok Masela dari offshore (di laut lepas) menjadi onshore (di daratan) akibat instruksi Presiden Joko Widodo, menghambat pergerakan proyek tersebut selama beberapa tahun.
"Dengan perubahan dari offshore ke onshore, mengubah komposisi investasi dan investor akhirnya cabut. Jadi, persoalan di hulu migas banyak di luar jangkauan SKK Migas," terang pengamat energi itu.
Agung menegaskan untuk meningkatkan iklim investasi hulu migas perlu dihilangkan izin usaha yang berbelit-belit dan adanya kepastian hukum yakni terkait revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas).
Baca juga : SKK Migas: Total Investasi PSN Hulu Migas Capai Rp702 T
"Perizinan usaha harus sederhana dan secara keekonomian harus menguntungkan. Supaya investasi lebih kompetitif agar pemain besar masuk ke sini," ucapnya.
Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai SKK Migas bisa fokus terhadap pelaksanaan proyek-proyek gas di Tanah Air. Pemanfaatan gas dianggap sebagai jembatan menuju energi bersih di Indonesia.
"Karena investasi minyak selama beberapa tahun terakhir sudah menurun. Potensi gas kita kan masih besar, berbeda dengan potensi cadangan minyak kita yang terus menurun," terangnya.
Baca juga : SKK Migas Jaring Pembeli LNG Masela, Potensi Gas Melimpah
Fahmy menyebut potensi gas besar itu dapat ditemukan di Blok Masela. Tercatat kapasitas produksi kilang LNG di Lapangan Abadi Masela mencapai 9,5 juta ton per tahun/million ton per annual (mtpa) dan 150 juta kaki kubik (mmscfd) dalam bentuk gas pipa, serta produksi kumulatif kondensat sebesar 255,28 juta barel (million stock tank barrels/MMSTB).
"Potensi gas yang sebesar itu jangan sampai diabaikan oleh SKK Migas untuk ketahanan energi kita," pungkas Fahmy.
Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengaku pihaknya tengah menjaring calon pembeli LNG dari Blok Masela.
Baca juga : Indonesia Berpotensi Kembali Jadi Leader di Pasar LNG Dunia
"Kita dorong ini pembelinya karena ke depan gas memiliki potensi yang cemerlang, termasuk di Blok Masela. Urusan partner (Inpex, Pertamina dan Petronas) kan sudah selesai," ujar Dwi saat audiensi dengan tim Media Indonesia pada Selasa (12/12).
SKK Migas mengeklaim banyak pembeli mengantre mendapatkan gas LNG dari Blok Masela. Calon pembeli itu dari perusahaan dalam negeri maupun luar negeri. SKK Migas masih tengah membahas atas penjualan dan pembelian gas LNG, termasuk soal kesepakatan harga. Blok Masela ditargetkan siap operasi pada akhir 2029, sehingga bisa mulai produksi pada 2030.
Dwi menuturkan proyek pengembangan Blok Masela telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Menteri ESDM Arifin Tasrif telah menyetujui revisi 2 rencana pengembangan lapangan yang pertama (POD I) Blok Masela pada 28 November 2023. Termasuk dalam revisi 2 POD I ini adalah kegiatan penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS) ke dalam ruang lingkup proyek itu. (Z-5)
Baca juga : SKK Migas Mendorong Percepatan Penerbitan Aturan Skema Kontrak Bagi Hasil
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan pasokan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) selama 10 tahun dari Lapangan Gas Mako.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengandalkan skema konsorsium asuransi untuk melindungi aset-aset migas nasional yang bernilai besar.
Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya adalah bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung kedaulatan energi Indonesia.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan 110 blok migas untuk ditawarkan kepada investor dalam dua tahun ke depan
SKK Migas menargetkan 8 proyek strategis hulu migas onstream 2026 dengan investasi US$478 juta, menambah 8.457 bopd dan 389 mmscfd.
SKK Migas menegaskan komitmennya memperkuat penggunaan barang dan jasa dalam negeri di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Otorita IKN telah mengeluarkan 65 perjanjian kerja sama senilai sekitar Rp70 triliun untuk mempercepat pembangunan di Kalimantan Timur.
Kerja sama ini akan fokus pada penerapan jangka panjang teknologi artificial intelligence (AI)/kecerdasan buatan pada bidang keuangan.
Bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan berlangsung dalam periode yang relatif panjang.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global membuat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) segmen menengah atau mid-market melambat sepanjang 2025.
Pada Desember 2025 porsi konsumsi tercatat sebesar 74,3% kemudian turun menjadi 72,3% pada Januari 2026 dan kembali menurun menjadi 71,6% pada Februari 2026.
Kanada ingin terlebih dulu bertemu dengan pebisnis lokal untuk menjajaki peluang investasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved