Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Pengamat Sebut WFH 1 Hari Sepekan Bisa Jadi Alasan Naikkan BBM

Ihfa Firdausya
30/3/2026 14:33
Pengamat Sebut WFH 1 Hari Sepekan Bisa Jadi Alasan Naikkan BBM
Pengamat Kebijakan Publik(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/Spt/16.)

PENGAMAT ebijakan publik Agus Pambagio meragukan efektivitas kebijakan satu hari work from home (WFH)  sepekan terhadap penghematan energi. Agus justru menduga WFH batu alasan untuk menaikkan harga BBM.

Ia menilai tidak ada data yang jelas untuk mengeksekusi jika kebijakan ini benar-benar dijalankan.

Ia mencontohkan bila peraturan ini dipakai untuk aparatur sipil negara (ASN), perlu ada data  berapa ASN yang menggunakan kendaraan pribadi maupun umum di seluruh Indonesia.

“Masing-masing kabupaten/kota harus menyampaikan ASN-nya berapa yang naik kendaraan. Sehari berapa? Kemudian berapa yang naik kendaraan umum. Itu harus dihitung,” papar Agus saat dihubungi, Senin (30/3).

“Saya meragukan efektivitasnya di penghematan BBM. Karena tidak ada data secara ekonomi, secara antropologi, bahwa perkiraan itu bisa menghasilkan penghematan sekian. Apa betul ada penghematan yang signifikan? Dibandingkan dengan efektivitas kerja, produktivitas. Dari sisi kebijakan tidak banyak, lah, pengaruhnya,” imbuhnya.

Sebagai acuan, Agus mencontohkan WFH yang dilakukan di masa pandemi covid-19. Pertama, hal itu tidak bisa dilakukan oleh semua sektor.

“Sektor industri pasti tidak bisa karena mereka harus bekerja mengejar order. Jadi sektor produksi, manufacturing itu nggak bisa. Lalu banyak perusahaan swasta waktu itu kan juga tutup. Jadi praktis tidak efektif,” katanya.

Sektor pelayanan publik atau pemerintahan bisa-bisa saja menerapkan itu, kata Agus. Namun pembagian tugasnya menjadi PR tersendiri.

“Online kita kan tidak canggih. Tetap harus ada jaga di kantor, kecamatan, kelurahan. Kalau ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan, kan tidak semua orang terbiasa dengan online dan tidak semua wilayah seluruh Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Agus memandang bisa saja wacana WFH satu hari sepekan ini sebagai batu loncatan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Karena kan kemungkinannya dengan kasus perang ini, harga BBM naik. Kalau tidak mau naik, BBM dikurangi. Artinya apa? Kita antre. Cuman itu dua pilihan. Nah, kemungkinan WFH ini dipakai alasan, ‘Kita (pemerintah) sudah upayakan, nih, jadi (BBM) harus naik. Kalau gitu sih mending naik, barang ada. Kalau tidak naik, barang tidak ada, bagaimana?” tutupnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya