Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) mendorong peluncuran Gerakan Nasional Hemat Energi sebagai langkah strategis dan kolektif untuk menghadapi tekanan krisis energi global yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah.
Sekretaris Jenderal BPP Hipmi, Anggawira, mengatakan dinamika geopolitik global akibat perang Amerika Serikat-Israel versus Iran mendorong lonjakan harga energi dunia. Menurut dia, kondisi ini berpotensi menekan stabilitas ekonomi nasional, meningkatkan beban subsidi energi, serta memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Sudah saatnya Indonesia memiliki Gerakan Nasional Hemat Energi terstruktur, terukur, dan masif. Ini bukan lagi sekadar imbauan, tetapi harus menjadi strategi nasional dalam menjaga ketahanan ekonomi dan energi kita," kata Anggawira dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Anggawira menjelaskan sampai hari ini, sejumlah negara melakukan berbagai aksi penghematan energi sebagai langkah antisipasi. Di antaranya dilakukan Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. yang resmi mendeklarasikan keadaan darurat energi nasional guna mengantisipasi gangguan pasokan bahan bakar global pada Selasa (24/3/2026).
Pada hari yang sama, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung juga meluncurkan 12 pedoman penghematan energi bagi warga untuk mengantisipasi krisis energi buntut perang Amerika Serikat-Israel vs Iran.
Menurut Anggawira, selama ini kebijakan energi di dalam negeri masih terlalu bertumpu pada sisi suplai, sementara pengelolaan konsumsi energi belum menjadi fokus utama. Padahal, dalam kondisi krisis, demand side management atau pengendalian konsumsi energi merupakan langkah paling cepat dan efektif untuk meredam tekanan. "Jadi ini perlu diorkestrasi," ujarnya.
Hipmi menilai Gerakan Nasional Hemat Energi harus dikemas sebagai program lintas sektor yang melibatkan seluruh elemen bangsa, dengan pendekatan konkret dan terukur. Pendekatan yang diperlukan di antaranya:
"Kita harus mengubah paradigma dari konsumtif menjadi efisien. Setiap penghematan energi memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional," kata Anggawira.
Hipmi menegaskan bahwa dunia usaha siap menjadi motor penggerak dalam implementasi Gerakan Nasional Hemat Energi melalui:
"Efisiensi energi bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan daya saing industri nasional di tengah tekanan global," kata Anggawira.
Selanjutnya agar Gerakan Nasional Hemat Energi dapat berjalan efektif, Hipmi mendorong pemerintah untuk:
Hipmi juga menekankan krisis energi saat ini harus menjadi momentum mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih efisien, tangguh, dan mandiri.
"Hemat energi hari ini adalah fondasi bagi kedaulatan energi Indonesia di masa depan. Ini tanggung jawab bersama: pemerintah, dunia usaha, dan seluruh masyarakat," kata Anggawira. (I-2)
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved