Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
LONJAKAN harga minyak mentah dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah membuat penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri sulit dihindari. Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono, menilai kenaikan harga BBM saat ini merupakan langkah rasional guna menjaga stabilitas fiskal dan mencegah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kian membengkak.
Hendry menjelaskan harga minyak dunia kini berpotensi menembus angka di atas US$100 per barel. Angka ini jauh melampaui asumsi Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar US$70 per barel.
“Kondisi geopolitik sekarang membawa pemerintah dalam dilema yang sulit. Menahan harga berarti mempertaruhkan disiplin fiskal, sementara menaikkan harga berisiko pada inflasi. Namun, membiarkan subsidi melonjak tanpa penyesuaian akan sangat membahayakan APBN,” ujar Hendry melalui keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan analisisnya, setiap kenaikan ICP sebesar 1 dolar AS per barel berpotensi menambah beban subsidi dan kompensasi energi hingga Rp10,3 triliun. Jika pemerintah tetap menahan harga di tengah lonjakan global, defisit APBN berisiko melampaui batas aman 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Hendry memaparkan dua skenario kenaikan harga jika harga minyak dunia berada di kisaran 85–92 dolar AS per barel. Pertalite diperkirakan naik 5-10% menjadi Rp10.500 – Rp11.000 per liter (dari Rp10.000). Solar Subsidi diperkirakan naik menjadi Rp7.150 – Rp7.500 per liter (dari Rp 6.800).
Namun, jika harga minyak dunia menetap di atas US$100 per barel dalam waktu lama, harga Pertalite diprediksi bisa menyentuh Rp12.000 per liter dan Solar hingga Rp8.200 per liter. "Tanpa penyesuaian di level ini, defisit APBN bisa meluas hingga 3,6% PDB," tambahnya.
Meski dinilai rasional secara fiskal, Hendry mengingatkan pemerintah akan ancaman stagflasi atau kondisi di mana inflasi tinggi terjadi saat pertumbuhan ekonomi melambat. Kenaikan harga BBM akan langsung menggerus daya beli masyarakat jika tidak dibarengi dengan jaring pengaman sosial yang kuat.
“Pemerintah harus menyiapkan social safety net yang tepat sasaran. Kenaikan harga tanpa kompensasi akan menyebabkan masyarakat terhimpit karena pendapatan tetap sementara pengeluaran meningkat,” tegas Hendry. (Z-2)
Ia menyoroti fenomena truk-truk yang mengantre di SPBU untuk membeli BBM, lalu dijual kembali.
WFH adalah salah satu ‘aksi cepat’ yang dapat menghemat konsumsi BBM untuk sementara waktu.
Pakar menilai pemerintah berhasil menepis kekhawatiran publik terkait isu kelangkaan energi dan BBM di tengah tensi geopolitik yang memanas.
BPH Migas memastikan pasokan BBM aman di jalur Bogor-Puncak-Cianjur saat arus wisata Lebaran 2026. Layanan motoris BBM juga disiagakan.
Seluruh infrastruktur mulai dari Terminal BBM hingga SPBU di jalur kritikal telah disiagakan 24 jam. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang diprediksi meningkat
Presiden menjelaskan kebutuhan untuk efisiensi itu melihat skor ICOR Indonesia yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan harga BBM tak akan naik hingga akhir 2026 meski minyak dunia tembus US$100. Simak jaminan kekuatan APBN di sini.
Ia menegaskan pemerintah akan tetap memprioritaskan belanja yang lebih produktif dan tepat sasaran.
PARTAI amanat Nasional atau PAN dan Golar merespons wacana pemotongan gaji menteri dan anggota DPR serta menekankan evaluasi APBN
Berdasarkan perhitungan, dampak penghematan dari kebijakan tersebut sangat kecil dibandingkan total anggaran negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved