Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Tingkatkan Kualitas Produk dan Perlindungan Konsumen Digital

Media Indonesia
15/3/2026 12:31
Tingkatkan Kualitas Produk dan Perlindungan Konsumen Digital
(MI/HO)

PERKEMBANGAN ekonomi digital yang didukung oleh peningkatan penetrasi internet telah mendorong pemanfaatan platform perdagangan digital sebagai media transaksi masyarakat Indonesia. Bagi pelaku usaha, meningkatnya intensitas transaksi digital tidak hanya membuka peluang pasar yang lebih luas, tetapi juga menuntut kemampuan adaptasi yang berkelanjutan terhadap dinamika dan ekspektasi konsumen saat ini. 

Namun demikian, masih terdapat pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan dalam menerapkan praktik penjualan yang bertanggung jawab. Di tengah akselerasi perdagangan digital yang semakin masif, ketidaksesuaian antara klaim produk dan kualitas yang diterima konsumen berpotensi menimbulkan pelanggaran terhadap prinsip perlindungan konsumen sekaligus melemahkan kepercayaan publik terhadap ekosistem perdagangan digital. 

Menyadari urgensi tersebut, Kementerian Perdagangan Melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga bersinergi dengan Lazada Indonesia dan Lampu.id melibatkan lebih dari 250 pelaku usaha untuk memperkuat standar kualitas perdagangan digital. Melalui program pelatihan Quality and Trust: Kunci Membangun Loyalitas Konsumen dan Produk Laris di Pasar, para pelaku usaha diberikan edukasi bahwa kualitas merupakan fondasi utama keberhasilan, karena pertumbuhan penjualan tidak akan berkelanjutan tanpa kepercayaan konsumen yang dibangun secara konsisten. 

"Kementerian Perdagangan hadir untuk memastikan iklim usaha tumbuh sehat, adil, dan berkelanjutan. Perlindungan konsumen bukan untuk mempersulit pelaku usaha, melainkan untuk membangun pasar yang tepercaya di mana kejujuran, kepatuhan, dan inovasi berjalan beriringan. Untuk itu, efektivitas regulasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat dengan pelaku usaha, guna mewujudkan ekosistem usaha yang tertib, berkeadilan, serta konsumen yang berdaya," ujar Moga Simatupang, Direktur Jenderal PKTN.

Penguatan regulasi dan sinergi dengan marketplace menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi konsumen Indonesia. Sebagai platform e-commerce di Indonesia, Lazada Indonesia turut berkomitmen dalam penguatan ekosistem perdagangan digital yang bertanggung jawab. 

"Kami terus berupaya menghadirkan pengalaman transaksi digital yang aman dan transparan melalui penerapan sistem pengawasan terintegrasi serta kebijakan pengembalian yang jelas. Di saat yang sama, kami mendorong para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan agar dapat menghadirkan produk yang autentik dan berkualitas bagi konsumen Indonesia. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam membangun kepercayaan jangka panjang serta meningkatkan kepuasan pelanggan," ujar Budi Primawan, Vice President Government Affairs, Lazada Indonesia. 

Melalui partisipasi yang konstruktif, Lampu.id mengambil peran dalam memperluas jangkauan program melalui pemanfaatan jejaring komunitas dan kanal publikasi guna mengoptimalkan manfaat inisiatif program. Dengan menghadirkan para ahli dari beragam latar belakang, pelaku usaha dibekali untuk tidak hanya memperkuat perlindungan konsumen dari berbagai risiko dalam transaksi digital, tetapi juga menjaga konsistensi kualitas serta menanamkan praktik pemasaran yang kreatif dengan tetap menjunjung tinggi integritas. (MTVN/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya