Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Didorong Media Digital dan E-Commerce, Ekonomi Digital Indonesia Capai US$100 Miliar dan Pimpin Asia Tenggara

Thania Astavarie
13/11/2025 19:37
Didorong Media Digital dan E-Commerce, Ekonomi Digital Indonesia Capai US$100 Miliar dan Pimpin Asia Tenggara
Country Director Google Indonesia, Veronica Utami (kanan) bersama Feliciana Wienathan, Communication Manager Google Indonesia (kiri), usai memaparkan laporan tahunan e-Conomy SEA 2025 di Jakarta, Kamis (13/11/2025).(MI/THANIA ASTAVARIE)

Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menembus nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) hampir US$100 miliar pada 2025, tumbuh sekitar 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan dominasi Indonesia sebagai pasar digital terbesar dan paling dinamis di Asia Tenggara.

Laporan e-Conomy SEA 2025 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company, Kamis (13/11/2025), mencatat seluruh sektor utama ekonomi digital Indonesia masih tumbuh dua digit. E-commerce menjadi kontributor terbesar, dengan nilai transaksi diperkirakan naik 14% menjadi US$71 miliar.

Pertumbuhan e-commerce didorong oleh lonjakan aktivitas video commerce, yang mencatat kenaikan transaksi hingga 90% secara tahunan (YoY) atau sekitar 2,6 miliar transaksi. Jumlah penjual daring juga melonjak 75% menjadi 800 ribu toko.

“Konvergensi antara konten dan perdagangan kini tak terelakkan. Indonesia menjadi pasar video commerce terbesar dan tumbuh paling cepat di Asia Tenggara,” ujar Veronica Utami, Country Director Google Indonesia, dalam pemaparan Laporan e-Conomy SEA 2025, hasil kolaborasi antara Google, Temasek, dan Bain & Company, di Jakarta (13/11/2025).

“Kami melihat pertumbuhan dua digit yang berkelanjutan di berbagai sektor digital utama, membuktikan bahwa momentum Indonesia merata di seluruh ekosistem,” lanjutnya.

Selain e-commerce, sektor media digital juga menunjukkan percepatan dengan nilai transaksi diproyeksikan naik 16% menjadi US$9 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya belanja iklan digital, layanan video on demand (VOD), musik, dan gim. Indonesia bahkan menyumbang 40% dari total unduhan gim seluler di Asia Tenggara.

Sementara itu, sektor layanan keuangan digital (digital financial services/DFS) mencatat nilai transaksi fantastis, diperkirakan mencapai US$538 miliar. Indonesia kini menjadi pasar pembayaran digital terbesar dan tumbuh tercepat di kawasan, didorong adopsi QRIS yang masif. Pembiayaan digital juga naik dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) 29%, dan diperkirakan menembus US$13 miliar tahun depan.

Menurut Aadarsh Baijal, Senior Partner Bain & Company, kekuatan Indonesia akan menjadi penentu arah transformasi digital di Asia Tenggara.

“Ekonomi digital Asia Tenggara telah menunjukkan ketahanan luar biasa selama satu dekade terakhir. Indonesia menjadi kekuatan utama dalam transformasi ini. Gelombang pertumbuhan berikutnya akan lebih efisien dan digerakkan oleh inovasi, terutama dalam pemanfaatan AI dan teknologi keuangan,” ujarnya.

Dengan basis pengguna digital yang besar, adopsi teknologi AI yang cepat, dan ekosistem perdagangan daring yang matang, Indonesia diprediksi akan terus memimpin kawasan dalam penciptaan nilai ekonomi digital di masa depan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik