Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan belum mencabut izin Agincourt Resources di tambang emas Martabe. Ia mengaku masih mengkaji perihal dampak kerusakan yang ditimbulkan sebelum akhirnya mencabut izin tersebut.
"Sampai dengan sekarang itu belum ada pencabutan untuk urusan administrasinya," kata Bahlil kepada pewarta di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2).
Pencabutan izin, lanjutnya, berada di bawah Kementerian ESDM. Namun sejauh ini pengkajian masih dilakukan untuk memastikan lebih lanjut.
Jika ditemukan pelanggaran yang serius, maka sanksi dipastikan bakal diberikan. Namun jika tidak ditemukan pelanggaran, kata Bahlil, pemerintah dinilai tidak berhak mencabut izin tersebut.
"Kalau orang nggak bersalah kan nggak boleh juga kita memberikan sebuah penilaian yang lain," jelasnya.
Pengkajian ulang itu didasari atas diskusi dan arahan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pendalaman itu juga dinilai perlu agar langkah yang diambil pemerintah tidak memberi dampak rambatan, utamanya pada perekonomian.
"Kita sekarang lagi melakukan pendalaman dan ini semuanya kita lakukan dalam rangka bagaimana penciptaan lapangan pekerjaan dan proses pertumbuhan ekonomi di daerah," kata Bahlil.
"Di mana kawasan pertambangan tetap bisa terjaga sudah barang tentu kalau ada pelanggaran lingkungan dan segala macam kita akan memberikan sanksi secara proporsional," pungkasnya.
Diketahui, Agincourt merupakan satu dari 28 perusahaan yang disebut bakal dicabut izinnya oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Itu karena perusahaan-perusahaan tersebut diduga menambah dampak buruk dari bencana di Sumatra. (Z-10)
Pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) PT Agincourt Resources menjadi perhatian publik karena dampaknya yang luas, terutama terhadap ribuan tenaga kerja
TAMBANG Emas Martabe turut menjadi salah satu tambang yang dicabut izinnya terkait kerusakan ekologis yang menyebabkan bencana di Sumatra.
PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menyatakan masih menunggu surat resmi pemerintah terkait pencabutan Izin Usaha Pertambangan.
Saham UNTR terkoreksi akibat isu izin Tambang Martabe. Data perdagangan terakhir menunjukkan tekanan mulai mereda dan prospek UNTR dinilai tetap stabil.
Dana tersebut telah disalurkan melalui Program Beasiswa PTAR 202, mulai Rabu (24/7). Penyaluran dilakukan secara bertahap hingga akhir 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved