Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

IHSG Bergerak Terbartas, Pelaku Pasar Wait & See Hasil Pertumbuhan Ekonomi

Andhika Prasetyo
05/2/2026 10:27
IHSG Bergerak Terbartas, Pelaku Pasar Wait & See Hasil Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi(Antara)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih bergerak fluktuatif pada sesi awal perdagangan Kamis, 5 Februari 2026. Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih berpotensi bergerak terbatas. Para pelaku pasar dinilai masih bersikap wait and see menantikan rilis data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2025.

“IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 8.000-8.300,” ujar Reydi di Jakarta.

Menurut Reydi, sentimen utama yang akan memengaruhi pasar dalam dua hari ke depan, khususnya Kamis dan Jumat (6/2/2026), adalah kelanjutan komunikasi otoritas pasar modal Indonesia dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Jika terlihat ada kemajuan dalam dialog, maka dapat meredakan tekanan volatilitas, tetapi jika belum, maka tekanan jual masih bisa berlanjut,” ujarnya.

Di dalam negeri, pelaku pasar juga menantikan rilis data dari Badan Pusat Statistik terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025. Konsensus memperkirakan ekonomi tumbuh sekitar 5% secara tahunan (year on year/yoy), sedikit melambat dibandingkan 2024 yang mencapai 5,3%. Untuk kuartal IV 2025, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 5,2% (yoy) dan 1,9% secara kuartalan (quarter to quarter/qoq), lebih tinggi dibandingkan kuartal III 2025.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan menargetkan peningkatan free float saham minimum menjadi 15% dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun. Kebijakan tersebut akan diterapkan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kesiapan emiten, kondisi pasar, serta daya serap investor bersama BEI.

Dari eksternal, perhatian investor tertuju pada data retail sales kawasan Eropa periode Desember 2025 yang diperkirakan tumbuh 2,3% (yoy). Selain itu, pasar juga menanti hasil pertemuan European Central Bank (ECB) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,15% serta deposit facility rate di 2%. Pertemuan Bank of England (BoE) juga menjadi sorotan, dengan ekspektasi suku bunga tetap bertahan di level 3,75%. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik