Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (2/2) ditutup turun 4,88% pada level 7.922,73. Penjabat sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyebut di balik angka penurunan tersebut ada hal positif lain.
Setelah 4 hari asing net sell, pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar.
"Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah 4 hari kemarin net sell dari foreign," kata Friderica dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2).
Di sisi lain, katanya, indeks-indeks di regional juga tercatat minus. "Kita lihat di KOSPI Korea itu minusnya bahkan jauh lebih dalam yakni 5,4%. Kemudian di Hong Kong, India, Singapura, dan Tiongkok juga secara regional melemah," katanya.
"Emas juga melemah pada hari ini. Jadi kita melihatnya ini juga untuk perspektif yang lebih luas dan lebih global. Jadi market kita hari ini walaupun turun tapi ada hal-hal baik yang bisa kita lihat," imbuhnya.
Friderica juga mengatakan hari ini saham-saham yang turun adalah saham-saham yang selama ini memang harganya sudah tinggi. Investor pun melakukan rebalancing portofolio mereka.
Di sisi lain, saham-saham yang fundamentalnya bagus tetap naik meskipun sedikit.
"Jadi ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus mengalami kenaikan hari ini. Tetapi saham-saham yang turun hari ini kebanyakan adalah dari saham-saham memang secara harganya sudah naiknya terlalu tinggi," paparnya.
Mencermati perkembangan yang sangat dinamis ini, katanya, OJK bersama seluruh self-regulatory organization (SRO) memastikan seluruh perdagangan dilakukan secara teratur, wajar, efisien.
"Kami mengimbau kepada seluruh investor di Tanah Air, seluruh investor pasar modal untuk tetap tenang, tidak panik. Kalau investasi di saham, di pasar modal itu kan ngelihat jangka panjang. Lihat fundamental ekonomi kita sangat baik dan juga kalau kita melihat prospek ke depan juga sangat baik," ujar Friderica.
"Jadi tolong jangan panik, tetap tenang dan kita semua di sini OJK, SRO, we are doing our job. Kita memastikan semuanya dapat dilaksanakan dengan baik," pungkasnya. (E-4)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan performa impresif pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin, 23 Februari 2026.
Putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Donald Trump menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pasar juga mencermati data PDB AS, inflasi PCE, dan arah suku bunga The Fed.
IHSG hari ini (20/2/2026) ditutup melemah di posisi 8.271,77. Simak analisis dampak ketegangan AS-Iran di Timur Tengah terhadap pasar modal Indonesia.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, dibuka menguat seiring harapan pelaku pasar bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, mencatatkan performa positif.
IHSG hari ini (18/2/2026) melonjak 1,19% ke level 8.310,23. Pasar optimis menanti hasil RDG Bank Indonesia dan rilis data kredit. Cek saham top gainers di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved