Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
OSL Group, platform perdagangan aset digital dan pembayaran stablecoin di Asia, mengumumkan perolehan pendanaan ekuitas sebesar US$200 juta atau sekitar Rp3,1 triliun (asumsi kurs Rp15.700). Suntikan modal raksasa ini diproyeksikan untuk mempercepat ekspansi global, khususnya di sektor pembayaran stablecoin dan akuisisi strategis.
Manajemen OSL Group menyatakan bahwa dana segar tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur teknologi, modal kerja, serta memperluas jangkauan bisnis di berbagai negara. Langkah ini menyusul kesuksesan perusahaan sepanjang tahun 2025, termasuk akuisisi penyedia layanan pembayaran Web3, Banxa, serta peluncuran stablecoin USDGO yang patuh regulasi.
Chief Financial Officer OSL Group, Ivan Wong, mengungkapkan bahwa putaran pendanaan ini merupakan validasi pasar terhadap posisi strategis perusahaan.
"Pendanaan ini memungkinkan kami menangkap peluang tepat waktu dalam mengakuisisi entitas perdagangan dan pembayaran berlisensi di berbagai negara, sekaligus mengukuhkan keunggulan kami sebagai pelopor strategi global berbasis kepatuhan regulasi," ujar Ivan Wong melalui keterangan resminya, Jumat (30/1/2026).
Sejalan dengan ambisi global tersebut, OSL Group juga mempertegas kehadirannya di tanah air melalui OSL Indonesia. Sebagai salah satu pasar aset digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjadi fokus utama OSL dalam membawa standar teknologi dan tata kelola global.
Di Indonesia, OSL beroperasi sebagai platform perdagangan aset kripto yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kehadiran OSL Indonesia bertujuan untuk memberikan layanan yang transparan dan berkelanjutan bagi investor domestik.
Dengan dukungan pendanaan baru ini, OSL Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong adopsi kripto yang bertanggung jawab dengan standar keamanan global. Kehadiran entitas ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset digital di Indonesia yang kini berada di bawah pengawasan ketat regulator.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat sekitar 72 persen pedagang aset keuangan digital (PAKD) di Indonesia masih mengalami kerugian hingga akhir 2025.
Aset digital seperti kripto mulai dilirik sebagai opsi diversifikasi untuk dana pensiun, terutama oleh generasi muda yang lebih adaptif terhadap teknologi finansial.
SAAT ini Indonesia disebut memasuki fase baru dalam perkembangan pasar kripto.
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
Penerapan proof of reserve (PoR) kini dipandang bukan sekadar tren teknis, melainkan pilar fundamental dalam tata kelola bursa untuk memitigasi risiko sistemik dan melindungi dana nasabah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved