Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketika investor asing ramai-ramai melakukan aksi sell off di pasar saham Indonesia, saham PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) justru bergerak berlawanan arah. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham REAL mencatatkan net buy asing sekitar 51 juta lembar pada perdagangan Selasa (28/1/2026).
Aksi beli tersebut terbilang mencolok, mengingat secara keseluruhan investor asing masih membukukan tekanan jual di pasar reguler. Masuknya aliran dana asing ke saham REAL mengindikasikan adanya sentimen spesifik yang membuat emiten ini tetap dilirik di tengah volatilitas pasar.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah rencana pengembangan bisnis REAL ke sektor properti digital, khususnya data center. Perseroan disebut tengah mengkaji dan mengembangkan segmen properti berbasis digital, seiring meningkatnya kebutuhan lahan dan bangunan khusus untuk pusat data di Indonesia.
Sentimen tersebut sejalan dengan semakin agresifnya investasi asing di sektor data center Tanah Air. Sejumlah investor global tercatat tengah mengucurkan dana jumbo untuk membangun pusat data di Indonesia. Salah satunya adalah Digital Edge, perusahaan data center asal Singapura, yang berencana menggelontorkan investasi hingga US$4,5 miliar untuk membangun kampus data center berskala besar di kawasan Bekasi.
Masifnya investasi asing tersebut menegaskan Indonesia sebagai salah satu tujuan utama investasi data center di Asia Tenggara, didorong oleh pertumbuhan ekonomi digital, cloud computing, hingga meningkatnya kebutuhan komputasi dan penyimpanan data berkapasitas besar. Bagi emiten properti, data center dinilai sebagai aset dengan karakter pendapatan berulang (recurring income) dan stabilitas arus kas yang lebih baik dibandingkan properti konvensional.
Dari sisi pasar, Analis MNC Sekuritas, Rudy Setiawan, menilai saham REAL saat ini berada pada level yang menarik baik secara valuasi maupun sentimen. Menurutnya, PBV REAL berada di kisaran 1,2x, yang mencerminkan valuasi relatif murah, sementara pergerakan harga saham telah berada di area oversold setelah mengalami tekanan koreksi.
“Selain faktor teknikal yang sudah oversold, saat ini REAL juga sedang mengembangkan bisnis ke sektor properti digital melalui data center, yang menjadi salah satu tema investasi yang tengah diminati investor asing. Kombinasi valuasi yang relatif murah dan sentimen pengembangan bisnis ini membuka peluang technical rebound,” ujar Rudy.
Meski demikian, pelaku pasar tetap diimbau mencermati realisasi konkret dari pengembangan bisnis data center REAL ke depan, termasuk kejelasan model bisnis, kebutuhan belanja modal (capex), skema pendanaan, serta dampaknya terhadap kinerja keuangan perseroan.
Dengan kombinasi masuknya aliran dana asing, valuasi yang masih atraktif, serta kuatnya sentimen investasi data center yang tengah digencarkan investor global, saham REAL berpotensi tetap menjadi sorotan pelaku pasar di tengah tekanan dan volatilitas bursa saham domestik.
meningkatnya volatilitas di pasar global dalam beberapa hari terakhir. Sentimen investor saat ini dibayangi sikap kehati-hatian, di tengah masih tingginya ketegangan geopolitik
Keandalan dan keahlian yang dimiliki memungkinkan Henan Asset menjaga stabilitas dan kinerja produk, bahkan di tengah tekanan pasar.
Aliran dana asing kembali menjadi penopang utama pasar saham domestik, mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi.
Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi, aliran modal asing justru cukup besar.
Tren positif indeks harga saham gabungan (IHSG) berlanjut dengan melonjak 2,4% ke level 7.792 pada penutupan perdagangan Selasa (12/8).
Kritis tidak sama dengan memecah belah. Sering kali, menurut Luluk, tuduhan memecah persatuan muncul hanya karena ada pihak yang berbeda pendapat dengan pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved