Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Prediksi Harga Emas Antam Besok 22 Januari: Potensi Uji Resisten Rp2,8 Juta

Cahya Mulyana
21/1/2026 19:27
Prediksi Harga Emas Antam Besok 22 Januari: Potensi Uji Resisten Rp2,8 Juta
Ilustrasi emas.(Antara)

HARGA emas batangan Antam diprediksi masih akan berada dalam tren bullish pada perdagangan Kamis (22/1/2026). Sentimen positif dari pasar global yang mendorong harga emas spot dunia melewati angka US$4.800 per troy ons diperkirakan masih akan memberikan dampak instan pada harga emas di Indonesia.

Pada perdagangan Rabu (21/1), harga emas Antam melonjak signifikan sebesar Rp35.000 hingga Rp67.000, menempatkan posisi harga di Rp2.772.000 per gram. Rekor ini dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik global, termasuk isu klaim wilayah Arktik dan ketegangan perdagangan AS-Uni Eropa.

Analisis Pergerakan Harga Besok

Namun, investor perlu mewaspadai adanya potensi aksi ambil untung (profit taking) oleh para pelaku pasar. Kondisi indikator RSI (Relative Strength Index) yang sudah mendekati area jenuh beli (overbought) menunjukkan adanya risiko koreksi teknis tipis ke level support di kisaran Rp2.705.000 hingga Rp2.750.000 per gram.

Faktor Utama Penggerak Pasar

Ada beberapa faktor kunci yang akan menentukan harga emas pada Kamis, 22 Januari 2026:

  • Ketegangan Geopolitik: Eskalasi konflik internasional membuat investor terus memburu aset safe-haven.
  • Pelemahan Dolar AS: Indeks Dolar yang goyah memberikan ruang bagi emas untuk terus melaju.
  • Data Inflasi AS: Pasar menantikan rilis data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang dapat memengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve.

BMKG juga memperingatkan potensi cuaca ekstrem di awal 2026 yang dapat memengaruhi distribusi logistik dan operasional tambang, yang secara tidak langsung memberikan sentimen pada harga komoditas logam mulia.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan harga resmi di laman Logam Mulia setiap pukul 08.30 WIB dan mempertimbangkan strategi investasi jangka panjang di tengah volatilitas harga yang tinggi saat ini.

(Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya