Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

IHSG Hari Ini 21 Januari 2026: Mulai Terpeleset Lagi

Andhika Prasetyo
21/1/2026 10:16
IHSG Hari Ini 21 Januari 2026: Mulai Terpeleset Lagi
Ilustrasi(Antara)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. IHSG hari ini dibuka melemah signifikan sebesar 0,52% atau turun 47,57 poin ke level 9.087,45. Tekanan jual mendominasi sejak bel pembukaan berbunyi, dengan titik terendah pagi ini menyentuh 9.060,09.

Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High) pada hari sebelumnya, indeks hari ini dibuka di zona merah seiring dengan aksi ambil untung (*profit taking*) para investor dan tekanan dari pasar global. Langkah IHSG yang sempat melesat ke level 9.134 kini mulai loyo akibat meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Eropa. Di dalam negeri, pelaku pasar juga bersikap waspada menantikan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait suku bunga acuan.

Data Perdagangan IHSG Sesi I (21 Januari 2026)

Indikator Pasar Nilai / Posisi
Posisi Terakhir 9.087,45 (-0,52%)
Level Pembukaan 9.094,43
Tertinggi Harian 9.104,49
Terendah Harian 9.060,09
Volume Perdagangan 9,42 Miliar Saham
Nilai Transaksi Rp 5,09 Triliun

Analisis: Mengapa IHSG Memerah?

Pelemahan IHSG hari ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal yang membuat nyali investor menciut:

  • Aksi Profit Taking: Setelah IHSG menembus rekor 9.134 pada Selasa (20/1), secara teknikal indeks sudah berada di area overbought (jenuh beli). Hal ini memicu investor untuk merealisasikan keuntungan terlebih dahulu.
  • Sentimen Global (Trump Tariff): Ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara Eropa terkait isu Greenland memicu ketidakpastian pasar global. Mayoritas bursa Asia turut memerah merespons tensi perang dagang ini.
  • Menanti BI Rate: Pasar sedang dalam posisi wait and see menantikan hasil RDG Bank Indonesia (20-21 Januari 2026). Konsensus pasar memperkirakan BI akan menahan suku bunga di level 4,75% untuk menjaga stabilitas Rupiah yang masih tertekan.

Top Gainers & Losers Pagi Ini

Meski indeks secara keseluruhan melemah, beberapa saham masih mencatatkan pergerakan signifikan:

  • Top Gainers: PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) melesat +34,41%, disusul RMKO (+24,72%).
  • Top Losers: PT Argo Pantes Tbk (ARGO) anjlok -13,21%, diikuti UNTR yang terkoreksi -13,06%.

(E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya