Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kemitraan Ekonomi Indonesia-Inggris: Energi Bersih dan Hapus Hambatan Ekspor

Media Indonesia
20/1/2026 17:05
Kemitraan Ekonomi Indonesia-Inggris: Energi Bersih dan Hapus Hambatan Ekspor
Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan ke Inggris(Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

PEMERINTAH Indonesia dan Pemerintah Inggris meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi di London, Inggris, Senin (19/1) waktu setempat. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat arus investasi dan memperlancar akses pasar bagi produk ekspor kedua negara.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle. Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan perdana Presiden Prabowo Subianto ke Inggris sejak dilantik.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan tonggak sejarah yang akan mengatasi kendala teknis dalam perdagangan bilateral. Salah satu poin krusial adalah komitmen untuk meminimalkan hambatan nontarif yang selama ini sering dihadapi pelaku usaha.

“Jermey mengatakan kemitraan tersebut juga memperkuat komitmen dua negara untuk bekerja sama mengatasi hambatan nontarif, mendukung pelaku ekspor, serta mendorong investasi dua arah dengan nilai yang lebih besar,” tulis laporan resmi tersebut.

Selain sektor perdagangan, kerja sama ini mencakup enam bidang prioritas yakni energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Kemitraan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi kedua negara di tengah ketidakpastian global.

Dalam lawatannya di London, Presiden Prabowo didampingi oleh jajaran menteri kabinet, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Selain agenda ekonomi, Presiden dijadwalkan melakukan pertemuan kehormatan dengan Raja Charles III di Istana Buckingham serta pertemuan bilateral dengan PM Keir Starmer guna membahas stabilitas keamanan dan lingkungan.

“Perjanjian bersejarah ini membawa hubungan perdagangan Inggris-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Kesepakatan ini mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan,” pungkas Jermey. (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya