Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengandalkan pesawat airborne surveillance tipe ATR 42-500 untuk mendukung pengawasan aktivitas kelautan dan perikanan di wilayah Indonesia. Dalam video Instagram Ditjen PSDKP pada 24 Desember 2025 lalu, ATR 42-500 disebut mampu melakukan penerbangan rendah dan menjangkau daerah terpencil, kemampuan yang krusial bagi negara kepulauan dengan bentang operasi dari Sabang hingga Merauke.
Bukan sekadar “terbang patroli”, pesawat ATR 42-500 juga diposisikan sebagai alat untuk memastikan target sebelum tindakan di lapangan dilakukan. Pesawat ini disebut dibekali kamera untuk menangkap objek pengawasan di sektor kelautan dan perikanan.
Pola operasinya terintegrasi, indikasi awal dibantu oleh satelit, lalu ATR 42-500 melakukan verifikasi terhadap objek yang diduga melakukan pelanggaran. Setelah itu, tindak lanjut dilakukan melalui pencegatan (intercept) oleh tim Ditjen PSDKP di lapangan.
“Dengan bantuan satelit, pesawat ini akan melakukan verifikasi terhadap objek yang diduga melakukan pelanggaran, yang kemudian nantinya akan dilakukan intercept tim Jenderal PSDKP di lapangan,” demikian narasi dalam video tersebut.
Secara desain, ATR 42-500 adalah pesawat turboprop regional yang dibuat untuk rute jarak pendek-menengah. Dalam konteks pengawasan, karakter pesawat jenis ini umumnya menguntungkan, konsumsi bahan bakar relatif efisien, kecepatan tidak terlalu tinggi sehingga memudahkan pemantauan area, dan fleksibilitas operasi di bandara-bandara dengan infrastruktur terbatas.
Ditjen PSDKP menekankan dua hal paling menonjol, kemampuan terbang rendah dan menjangkau wilayah terpencil. Di lapangan, kombinasi ini mempermudah pemantauan visual, pengambilan gambar, hingga penguatan bukti awal sebelum unsur penindakan dikerahkan.
Mengacu pada brosur pabrikan (ATR Aircraft, PDF), berikut gambaran spesifikasi dasar ATR 42-500 yang sering dijadikan acuan performa:
Catatan pentingnya: angka-angka ini adalah performa acuan, di operasi nyata bisa dipengaruhi banyak faktor, seperti kondisi cuaca, beban, elevasi bandara, dan konfigurasi misi (termasuk pemasangan peralatan khusus pengawasan).
Dalam video Instagram Ditjen PSDKP, narasi pengawasan udara ditonjolkan sebagai bagian dari rantai penindakan yang lebih besar. Satelit membantu memperluas jangkauan deteksi awal, sementara pesawat melakukan konfirmasi visual, misalnya memastikan objek yang dicurigai benar kapal perikanan, bergerak/beroperasi di area tertentu, atau menunjukkan indikasi pelanggaran.
Tahap verifikasi ini penting karena pengerahan unsur lapangan memerlukan biaya besar dan waktu, apalagi jika target berada jauh dari pangkalan terdekat. Dengan verifikasi dari udara, operasi pencegatan bisa lebih tepat sasaran.
Peran ATR 42-500 dalam narasi Ditjen PSDKP juga melampaui pengawasan. Pesawat ini disebut ikut mendukung distribusi bantuan bencana, termasuk ketika bencana melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Peran ganda ini menguatkan fungsi armada udara sebagai sarana logistik ketika akses darat atau laut terganggu.
Dalam rilis resmi KKP terkait respons bencana di Sumatra, Ditjen PSDKP menyebut pengerahan armada kapal pengawas dan satu pesawat pengawasan untuk pengiriman bantuan. Artinya, unsur pengawasan dapat beralih fungsi menjadi unsur kemanusiaan saat negara membutuhkan respons cepat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), sempat menyoroti usia pesawat ATR 42-500 yang dinilainya sudah cukup tua. Dalam rekaman percakapan yang diunggah oleh Ditjen PSDKP di Instagram pada 24 Desember 2025, terdengar seloroh yang menggambarkan betapa uzurnya pesawat tersebut, hingga usia pastinya seolah enggan untuk disebutkan.
Peristiwa jatuhnya pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) pada Sabtu (17/1) pun menyita perhatian masyarakat. Isu keselamatan penerbangan, termasuk insiden pesawat jatuh, kerap menimbulkan kekhawatiran publik. Dalam konteks ini, Zulhas menegaskan pentingnya ketersediaan armada yang andal untuk mendukung pelaksanaan tugas negara, khususnya dalam pengawasan wilayah Indonesia yang sangat luas dan tersebar.
“Pesawat yang usianya sudah cukup lama tentu memengaruhi kelancaran tugas. Padahal, Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki cakupan kerja hingga ke daerah-daerah terpencil, dari Sabang sampai Merauke,” ujar Zulhas dalam video yang diunggah pada akhir tahun lalu. (Z-10)
Presiden Prabowo Subianto menghubungi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono usai sang menteri pingsan.
Sosok Capt Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang gugur dalam kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dikenang rekan-rekannya sebagai figur senior.
Prosesi penyerahan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang telah diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) ini berlangsung penuh dengan gejolak emosi.
Sebanyak 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah ditemukan. Tiga di antaranya telah berhasil dipulangkan kepada keluarga dan seluruh korban dipastikan akan dapat asiramsi.
Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK THT di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, resmi ditutup pada Jumat (23/1) malam.
TIM SAR gabungan berhasil menyelesaikan tahap evakuasi dengan membawa tujuh kantong jenazah korban pesawat ATR 42-500 terakhir menggunakan helikopter
Pesawat ATR 42-500 yang berangkat dari Bandara Adisutjipto ke Makassar dipastikan telah melalui seluruh prosedur penerbangan sesuai standar bandara.
Zulhas pernah menyoroti pesawat ATR 42-500 milik PSDKP yang dinilai sudah tua. Armada ini dipakai patroli laut hingga dukung bantuan bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved