Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Harga Emas Antam, Jumat (9/1), Naik Tipis Jelang Data Payroll AS

Basuki Eka Purnama
09/1/2026 09:50
Harga Emas Antam, Jumat (9/1), Naik Tipis Jelang Data Payroll AS
Ilustrasi--Karyawan memperlihatkan emas batangan berbagai ukuran di Butik Logam Mulia Antam di Setiabudi, Jakarta.( MI/Usman Iskandar)

HARGA emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau bergerak naik pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (9/1). Kenaikan ini terjadi di tengah antisipasi pasar global terhadap rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang krusial.

Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram hari ini naik sebesar Rp7.000 menjadi Rp2.577.000 per gram. Sehari sebelumnya, Kamis (8/1), emas Antam dibanderol Rp2.570.000 per gram.

Senada dengan harga jual, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp6.000 ke level Rp2.432.000 per gram. Harga buyback ini adalah acuan jika pemilik emas ingin menjual kembali aset mereka ke butik emas Antam.

Tabel Harga Emas Antam Hari Ini (9 Januari 2026)

Berikut adalah rincian harga emas Antam untuk ukuran 1 gram dan estimasi harga pecahan lainnya (belum termasuk pajak):

Ukuran Harga Dasar Perubahan (Harian)
0,5 Gram Rp 1.338.500* ▲ Naik
1 Gram Rp 2.577.000 ▲ Rp 7.000
2 Gram Rp 5.094.000 ▲ Naik
3 Gram Rp 7.616.000 ▲ Naik
5 Gram Rp 12.660.000 ▲ Naik
10 Gram Rp 25.270.000 ▲ Naik
Buyback (1 Gram) Rp 2.432.000 ▲ Rp 6.000

*Harga estimasi pecahan dihitung berdasarkan harga dasar 1 gram ditambah margin cetak standar Antam. Harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Logam Mulia.

Analisis Pasar: Menanti Sinyal The Fed

Kenaikan harga emas domestik hari ini tidak lepas dari pengaruh pergerakan harga emas spot global dan nilai tukar Rupiah. Di pasar spot internasional, harga emas diperdagangkan di kisaran US$4.475 - US$4.478 per troy ons pada Jumat pagi.

Faktor utama yang menggerakkan pasar saat ini adalah sikap wait and see para investor menjelang rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS periode Desember. Data ini dianggap sebagai indikator kunci bagi Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga di tahun 2026.

  • Sentimen Global: Jika data tenaga kerja AS melemah, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed akan menguat, yang berpotensi melambungkan harga emas lebih tinggi.
  • Faktor Kurs: Nilai tukar Rupiah yang melemah ke level Rp16.829 - Rp16.832 per Dolar AS turut memberikan dorongan pada kenaikan harga emas dalam negeri. Pelemahan Rupiah membuat harga komoditas berbasis Dolar menjadi lebih mahal saat dikonversi.
  • Geopolitik: Ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, termasuk isu sanksi AS terhadap Venezuela, menjaga permintaan emas sebagai aset safe-haven.

Bagi investor ritel, pergerakan harga hari ini memberikan sinyal bahwa emas masih menjadi instrumen lindung nilai yang tangguh di tengah volatilitas mata uang dan ketidakpastian ekonomi global.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik