Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

IHSG Terkoreksi 8.925,46, Analis : Masih Sehat 

Media Indonesia
08/1/2026 20:05
IHSG Terkoreksi 8.925,46, Analis : Masih Sehat 
Ilustrasi.(MI/Susanto)

INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG pada 8 Januari 2026 di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 19,33 atau 0,22 persen ke posisi 8.925,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,70 poin atau 0,43 persen ke posisi 867,62.

Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa menyampaikan pelemahan IHSG dipicu oleh tindakan profit taking setelah reli di saham-saham yang sebelumnya naik cukup cepat. Ia menilai koreksi tersebut masih sehat.

"Koreksi hari ini cenderung koreksi sehat ketimbang perubahan tren besar," kata Reydi.

Pelaku pasar saham, ujar dia, mencermati sentimen soal arah kebijakan suku bunga acuan dan rilis data inflasi. Sebab, ia menduga  pengumuman rilis realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sedikit berdampak di perdagangan bursa sesi II, walaupun diyakini pengaruhnya tidak signifikan.

IHSG sempat dibuka menguat dengan positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Namun saat sesi kedua, IHSG menjadi merah hingga penutupan perdagangan saham.

Terdapat enam sektor n Indeks Sektoral IDX-IC yang menguat yaitu dipimpin sektor transportasi  logistik (naik1,67 persen), disusul sektor infrastruktur dan sektor properti yang naik masing-masing sebesar 1,38 persen dan 1,09 persen.

Adapun lima sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 2,93 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 0,62 persen dan 0,61 persen.

Sejumlah saham mengalami penguatan terbesar yaitu SMLE, KOCI, RLCO, KIJA dan PBSA. Di sisi lain saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MHKI, TRIN, OPMS, INPC dan NRCA. (Ant/H-4)

Disclaimer: Data disajikan untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik