Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Melemah 18 Poin ke Rp16.798

 Gana Buana
08/1/2026 19:41
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Melemah 18 Poin ke Rp16.798
Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS.(Antara)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Kamis (8/1). Mata uang Garuda ditutup melemah seiring dengan rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan perbaikan signifikan pada aktivitas bisnis, memicu sentimen penguatan bagi greenback.

Berdasarkan data pasar spot, rupiah ditutup melemah 18 poin atau 0,11% ke level Rp16.798 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.780 per dolar AS.

Pergerakan Kurs Rupiah dan JISDOR

Pelemahan ini juga tercermin pada kurs referensi Bank Indonesia. Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah pada posisi yang lebih lemah dibandingkan hari sebelumnya.

Indikator Posisi Terkini (8/1) Posisi Sebelumnya Perubahan
Pasar Spot Rp16.798 / USD Rp16.780 / USD -18 poin (-0,11%)
JISDOR BI Rp16.801 / USD Rp16.785 / USD Melemah

 

Data Ekonomi AS Jadi Pemicu

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari membaiknya indikator ekonomi di Negeri Paman Sam. Data terbaru menunjukkan ketahanan ekonomi AS yang membuat dolar AS kembali diminati sebagai aset safe haven maupun instrumen investasi.

"Data ekonomi AS menunjukkan bahwa aktivitas bisnis membaik, pasar tenaga kerja juga menunjukkan tanda-tanda yang lebih baik dari yang diperkirakan," ujar Ibrahim dalam keterangan resminya.

Sorotan utama pasar tertuju pada lonjakan Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa ISM yang melampaui ekspektasi, serta stabilisasi pada sektor tenaga kerja swasta.

Rincian Data Ekonomi AS Terbaru

Indikator Ekonomi Data Aktual Ekspektasi / Sebelumnya Interpretasi
ISM Services PMI 54,4 Ekspektasi: 52,3
Sebelumnya: 52,6
Ekspansi sektor jasa yang kuat, positif bagi USD.
JOLTS (Nov 2025) 7,14 Juta Sebelumnya: 7,44 Juta Penurunan lowongan kerja, sinyal pendinginan permintaan tenaga kerja.
ADP Employment (Des) +41.000 Ekspektasi: 47.000
Sebelumnya: -29.000
Sektor swasta kembali merekrut, stabilisasi pasar kerja.

 

Fokus Pasar Selanjutnya

Meskipun data ADP menunjukkan angka di bawah ekspektasi, pembalikan dari kontraksi (kehilangan pekerjaan) di bulan sebelumnya ke angka positif dianggap sebagai sinyal stabilisasi. Pelaku pasar kini menahan diri dan menanti rilis data tenaga kerja yang lebih komprehensif.

"Fokus pasar selanjutnya adalah Klaim Pengangguran Awal mingguan yang akan dirilis malam ini dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Desember, yang akan dirilis hari Jumat (9/1)," tambah Ibrahim.

Data NFP akan menjadi kunci penentu arah kebijakan The Fed selanjutnya, yang secara langsung akan berdampak pada volatilitas nilai tukar rupiah di awal pekan depan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya