Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu, 24 Desember 2025, diproyeksikan bergerak mendatar. Itu bisa terjadi seiring pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Pada pembukaan perdagangan, IHSG hari ini tercatat menguat 12,60 poin atau 0,15% ke level 8.597,38. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan naik 1,03 poin atau 0,12% ke posisi 849,99.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyampaikan, secara teknikal pergerakan IHSG masih berpotensi bergerak sideways atau mendatar dalam rentang terbatas.
“IHSG diperkirakan bergerak di area support 8.500-8.525 dan resistance 8.650-8.680,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari dalam negeri, sentimen pasar dipengaruhi oleh singkatnya waktu perdagangan pada pekan ini. Bursa Efek Indonesia hanya beroperasi selama tiga hari, seiring libur dan cuti bersama Natal pada Kamis (25/12) dan Jumat (26/12). Secara historis, IHSG juga tidak selalu mencatatkan penguatan menjelang libur Nataru.
Sementara dari global, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Meskipun data ekonomi terbaru AS dirilis di atas ekspektasi, pasar masih berharap bank sentral AS, The Federal Reserve, akan memangkas suku bunga acuannya pada tahun depan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, kontrak Fed Funds Futures masih mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga acuan The Fed sepanjang tahun depan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik Iran vs AS.
Geopolitik Iran-Israel-AS memanas, mempengaruhi pasar. Simak rekomendasi saham berbasis komoditas dan sektor energi di tengah ketegangan global ini.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini.
IHSG ditutup menguat tipis ke 8.235 pada Jumat (27/2). Simak analisis sentimen fiskal S&P, rebalancing MSCI, dan jadwal data ekonomi penting pekan depan.
Pasar saham Indonesia, meskipun dibayangi penurunan IHSG sebesar 1,44% pada Kamis, 26 Februari 2026, tetap menyuguhkan kejutan.
IHSG turun 1,05% akibat kekhawatiran kebijakan tarif AS. Temukan saham-saham yang paling terpengaruh dalam penurunan ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik Iran vs AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penguatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved