Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Indonesia-AS Sepakati Substansi Tarif Resiprokal, Diteken 2026

Andhika Prasetyo
24/12/2025 06:40
Indonesia-AS Sepakati Substansi Tarif Resiprokal, Diteken 2026
United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto(Antara)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan atas seluruh substansi utama dalam dokumen Agreements on Reciprocal Trade (ART). Kesepakatan tersebut dicapai setelah pertemuan resmi dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR) yang dipimpin Jamieson Greer di Washington DC, Senin (22/12).

Airlangga menegaskan, perjanjian perdagangan resiprokal ini bersifat strategis dan komersial, serta dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi yang seimbang bagi kedua negara. Seluruh materi perundingan telah dibahas secara intensif sejak 17 hingga 22 Desember 2025 dan disetujui oleh kedua pihak.

“Perjanjian ini bersifat komersial dan strategis serta menguntungkan kepentingan ekonomi kedua negara secara berimbang. Seluruh konten dan substansi telah dibahas dan disepakati bersama,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa.

Perundingan ini merupakan kelanjutan dari upaya diplomasi perdagangan Indonesia sejak Amerika Serikat menerapkan kebijakan tarif resiprokal pada 2 April 2025. Pemerintah Indonesia kemudian melakukan negosiasi intensif dengan Pemerintah AS untuk merespons kebijakan tersebut.

Hasil awal dari proses itu ditandai dengan diterbitkannya Joint Statement pada 22 Juli 2025, yang menyepakati penurunan tarif resiprokal AS terhadap Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Setelah itu, kedua negara melanjutkan perundingan guna merampungkan perjanjian perdagangan secara menyeluruh.

Melalui ART, Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk AS, menyelesaikan hambatan nontarif, serta memperkuat kerja sama di bidang perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial. Sebaliknya, AS menyatakan kesediaan memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, dan teh.

Airlangga menyebut, dalam pertemuan dengan Ambassador Greer, Indonesia mendorong agar seluruh isu utama dan teknis dapat dirampungkan secara paralel. Setelah melalui pembahasan yang panjang dan mendalam, kedua pihak akhirnya sepakat atas seluruh substansi ART.

Kesepakatan tersebut direncanakan akan ditandatangani secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir Januari 2026.

Hadiah Natal

Ambassador Greer menyambut positif capaian tersebut dan mengapresiasi komitmen kedua negara yang tetap mendorong percepatan perundingan meskipun berlangsung di tengah masa libur Natal di AS. Ia menyebut kesepakatan ini sebagai “hadiah Natal” yang membawa manfaat bagi kedua negara.

Sebagai tindak lanjut, pada pekan kedua Januari 2026, tim teknis Indonesia dan AS dijadwalkan kembali bertemu di Washington D.C. untuk melakukan finalisasi teknis dan clean up dokumen. Proses tersebut ditargetkan rampung dalam satu minggu, sehingga pada pekan ketiga Januari 2026 dokumen ART telah siap ditandatangani.

Saat ini, pihak AS masih melakukan koordinasi internal antara USTR dan Badan Keamanan Nasional AS guna menentukan waktu yang paling tepat untuk pertemuan kedua kepala negara dalam rangka penandatanganan resmi perjanjian tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik