Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Forum TechConnect+ 2025 Doronng Penguatan Ekosistem Digital yang Aman

Naufal Zuhdi
20/12/2025 16:14
Forum TechConnect+ 2025 Doronng Penguatan Ekosistem Digital yang Aman
Ilustrasi(Antara)

China Mobile International (CMI) Indonesia menyelenggarakan forum TechConnect+ 2025 yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator pemerintah, pakar keamanan siber, asosiasi industri, hingga pelaku usaha. Forum ini membahas tantangan dan arah pengembangan ekosistem digital nasional yang aman dan berkelanjutan dalam mendukung agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam forum tersebut, CMI menyampaikan arah strategis perusahaan yang kini tidak hanya berfokus pada penyediaan konektivitas global, tetapi juga pada peran sebagai pendukung ekosistem digital yang lebih luas. Dua isu utama yang disorot adalah penguatan ketahanan dan keamanan siber serta pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam transformasi digital lintas sektor.

Acara dibuka dengan pidato kunci dari Solehan, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian. Ia menekankan pentingnya infrastruktur digital yang andal untuk mendorong implementasi Industri 4.0, khususnya di sektor-sektor strategis nasional.

Forum kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel bertema IoT Connectivity Transformation & Digital Protection for a Trusted Digital Ecosystem. Diskusi ini menyoroti meningkatnya ancaman siber global serta kebutuhan membangun kepercayaan dalam ekosistem digital nasional seiring percepatan adopsi teknologi.

Marketing Manager China Mobile International Indonesia, David Sugandi, menyampaikan bahwa percepatan transformasi digital perlu diimbangi dengan aspek keamanan dan keandalan infrastruktur.

“Kecepatan transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan keamanan. Kepercayaan digital menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi digital. Karena itu, pengembangan infrastruktur digital perlu dirancang dengan prinsip ketahanan sejak awal,” ujarnya.

Panel berikutnya mengangkat tema Transformasi Sistem Kesehatan melalui Solusi AI Cerdas, yang dikaitkan dengan Cetak Biru Transformasi Digital Kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diskusi ini membahas potensi pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, sekaligus tantangan tata kelola data dan keamanan informasi.

Business Manager CMI Indonesia Asep Nasrullah menekankan bahwa transformasi digital memerlukan kolaborasi lintas sektor yang konsisten.

“Pengembangan ekosistem digital tidak bisa dilakukan secara terpisah. Diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan penyedia infrastruktur agar transformasi digital berjalan efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui penyelenggaraan TechConnect+ 2025, CMI menempatkan forum ini sebagai ruang dialog untuk mempertemukan kepentingan kebijakan, industri, dan teknologi. Diskusi yang berlangsung diharapkan dapat berkontribusi pada perumusan langkah bersama dalam membangun ekosistem digital nasional yang aman, tepercaya, dan mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik