Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 yang baru dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tidak sekadar menjadi pembaruan sistem klasifikasi usaha. Lebih dari itu, KBLI 2025 berfungsi sebagai fondasi utama bagi berbagai kegiatan statistik nasional ke depan, terutama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Sensus Ekonomi 2026 membutuhkan sistem klasifikasi yang mampu menangkap seluruh aktivitas ekonomi secara tepat dan akurat. Melalui pembaruan ini, KBLI 2025 diharapkan dapat menggambarkan struktur perekonomian Indonesia secara lebih komprehensif, termasuk merekam berbagai aktivitas ekonomi baru yang tumbuh pesat namun sebelumnya belum tercatat secara optimal.
BPS memastikan KBLI 2025 akan diimplementasikan secara operasional dalam Sensus Ekonomi 2026. Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
“Dengan menggunakan teknologi AI, pengklasifikasian aktivitas ekonomi di masyarakat berdasarkan KBLI 2025 akan dapat dilakukan secara lebih akurat,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/12).
Selain menjadi acuan utama Sensus Ekonomi 2026, KBLI 2025 juga akan digunakan dalam pemutakhiran Statistical Business Register (SBR) serta menjadi dasar dalam penyusunan berbagai statistik resmi yang diterbitkan oleh BPS.
Keberadaan statistik ekonomi yang akurat sangat krusial dalam mendukung analisis dan perumusan kebijakan publik. Pemerintah membutuhkan gambaran yang jelas mengenai struktur perekonomian, kondisi lapangan kerja, serta potensi ekonomi nasional agar program pembangunan dapat disusun secara tepat sasaran dan berkelanjutan. Seluruh informasi strategis tersebut akan dihimpun melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Dengan diluncurkannya KBLI 2025, peran BPS menjadi semakin strategis dalam menyiapkan fondasi statistik yang kuat. Melalui Sensus Ekonomi 2026, fondasi tersebut diharapkan mampu memberikan arah yang lebih presisi bagi pembangunan perekonomian nasional di masa mendatang. (E-3)
Perubahan perilaku konsumen Indonesia melaju cepat. SE2026 memberikan gambaran menyeluruh tentang pertumbuhan belanja digital, tantangan pasar tradisional, dan arah baruĀ ekonomi daerah
Di era percepatan digital yang begitu masif, konsep big data semakin akrab dalam keseharian. Hampir seluruh aktivitas ekonomi kini meninggalkan rekam digital.
Hasil SE2026 akan menjadi basis data tunggal yang sangat berharga bagi pemerintah pusat dan daerah. Bagi pemerintah, data ini memungkinkan perumusan kebijakan yang lebih akurat
Pemerintah tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), gelombang pendataan nasional yang menjadi fondasi penting dalam membaca denyut ekonomi Indonesia
Data yang lengkap dan presisi merupakan fondasi utama dalam proses pengambilan keputusan.
BPS menegaskan bahwa KBLI yang baru tidak akan membuat ketidakpastian berusaha, karena BPS akan segera mengeluarkan tabel konkordansi antara KBLI 2020 dengan KBLI 2025.
Bagi pelaku usaha, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) bukan sekadar kode administratif.
Perkembangan teknologi, masifnya adopsi digital, serta meningkatnya perhatian terhadap mitigasi perubahan iklim telah melahirkan beragam bentuk aktivitas ekonomi baru.
Badan Pusat Statistik (BPS) resmi meluncurkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 sebagai pembaruan atas KBLI 2020.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved