Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Realisasi Investasi Kuartal III 2025 Tumbuh, Jadi Sinyal Kuat Iklim Investasi Kondusif

Naufal Zuhdi
14/12/2025 15:32
Realisasi Investasi Kuartal III 2025 Tumbuh, Jadi Sinyal Kuat Iklim Investasi Kondusif
Petugas mengawasi proses bongkar muatan peti kemas di PT Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/12/2025).(Antara)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatatkan realisasi investasi dalam negeri (PMDN) maupun investasi asing (PMA) berhasil tumbuh 13,89% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III 2025. Pertumbuhan investasi baik PMDN maupun PMAini menunjukkan bahwa iklim investasi Indonesia yang kondusif di tengah tantangan ekonomi maupun ketidakpastian global.

“Realisasi investasi dalam negeri dan realisasi investasi asing PMA dan PMDN tumbuh 13,89% secara year-on-year,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, dikutip Minggu (14/12).

BPS, sambung Edy, mencatatkan pertumbuhan investasi menjadi salah satu penopang utama laju ekonomi nasional, utamanya melalui pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh positif selama periode Juli-September 2025.

BPS mencatatkan bahwa subkomponen kendaraan juga mengalami peningkatan sebesar 6,24% yang didorong penguatan permintaan domestik dan meningkatnya impor kendaraan bermotor untuk keperluan industri dan logistik.

“Dari PMTB tumbuh positif didorong oleh subkomponen mesin dan perlengkapan yang tumbuh sebesar 17% yang terjamin dari peningkatan impor barang modal jenis mesin,” tutur Edy.

Selain itu, subkomponen kendaraan juga berhasil tumbuh sebesar 6,24% yang didorong oleh peningkatan investasi domestik dan kegiatan impor kendaraan. Di samping itu, sektor industri pengolahan juga tumbuh kuat karena meningkatnya permintaan dari dalam dan luar negeri. Industri makanan dan minuman tumbuh 6,49% yang didorong kenaikan produksi minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunannya yang terus menjadi andalan ekspor nasional.

Di sisi lain, industri logam dasar juga menunjukkan lonjakan sebesar 18,62% yang dibarengi dengan naiknya permintaan global terhadap produk besi dan baja asal Indonesia. Sementara itu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 11,65%. Pertumbuhan industri ini ditopang peningkatan produksi bahan kimia dan barang jadi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

PMDN Jadi Tumpuan Investasi

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menuturkan bahwa sepanjang 2025, PMA mengalami penurunan, namun di sisi lain PMDN semakin menjadi tumpuan investasi (penanaman modal). 

“Hal ini menarik karena PMA selama ini memang menjadi penyumbang terbanyak investasi di Indonesia, namun saat ini kondisinya berkebalikan dengan PMDN. PMDN terbantu dengan meningkatnya dari sisi pertambangan yang meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024,” ujar Huda saat dihubungi, Minggu (14/12).

Oleh karena itu, Huda menilai bahwa kebijakan-kebijakan yang bersifat mendorong sektor ekstraktif nampaknya masih perlu dipertahankan oleh pemerintah sehingga investasi di sektor pertambangan terus tumbuh. 

“Di sisi lain, PMA nampaknya tidak tertarik di sektor pertambangan dengan data yang menurun di triwulan III 2025 dibandingkan tahun 2024. Jadi masih sangat tergantung dari sektor ekstraktif jika mengandalkan PMDN,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Huda menyampaikan bahwa bakal ada sedikit perlambatan pertumbuhan baik PMA dan PMDN untuk triwulan IV karena investor akan wait and see akibat dampak dari bencana alam yang terjadi di akhir tahun 2025. 

“Mereka akan cenderung menahan untuk berinvestasi secara langsung. Namun, untuk yang sudah berjalan atau beroperasi, nampaknya akan menambah investasi dalam bentuk stok barang. Mereka akan menambah stok untuk keperluan awal tahun depan,” tandasnya.

Perkuat Investasi dengan Yordania

Danantara Indonesia, melalui Danantara Investment Management (DIM), telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Jordan Investment Fund (JIF) untuk memulai kolaborasi terstruktur terkait peluang investasi strategis di seluruh Kerajaan Hashemite Yordania. 

MoU tersebut ditandatangani oleh Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, dan CEO Jordan Investment Fund. Upacara penandatanganan disaksikan oleh Rosan Roeslani, Chief Executive Officer Danantara Indonesia, bersama dengan Menteri Investasi Yordania, H.E. Dr. Tareq Abu Ghazaleh.

Kemitraan ini menjadi dasar untuk menjajaki co-investment dan menilai peluang di sektor-sektor prioritas, mulai dari infrastruktur, pengembangan perkotaan, transportasi, transisi energi, hingga proyek digital dan berbasis teknologi. Perjanjian ini juga membuka peluang untuk kerja sama yang lebih dalam dalam pengembangan proyek, penyusunan investasi, dan pertukaran pengetahuan antara kedua institusi kedaulatan tersebut.

Penandatanganan berlangsung sebagai bagian dari satu hari kerja penuh yang diselenggarakan oleh Kementerian Investasi Yordania, yang mempertemukan pejabat senior dan pemimpin sektoral dari kedua negara. Diskusi mencakup mekanisme kerja sama jangka panjang, peluang kolaborasi operasional, serta potensi kemitraan antarlembaga kedaulatan yang selaras dengan agenda pembangunan nasional.

“Penandatanganan hari ini menandai sebuah tonggak penting dalam hubungan antara Indonesia dan Yordania. Danantara menyambut kesempatan untuk bekerja bersama Jordan Investment Fund dalam mengidentifikasi proyek-proyek strategis yang memberikan nilai jangka panjang dan berkontribusi pada kemajuan ekonomi bersama,” kata CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, dikutip Minggu (14/12).

Ia menambahkan bahwa rekam jejak Yordania dalam menjaga iklim investasi yang stabil serta prioritas pembangunan nasional yang jelas menjadikannya mitra yang kuat untuk kerja sama.

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai awal dari keterlibatan multi–fase yang lebih luas, kedua negara dapat bekerja bersama–sama untuk membuka area pertumbuhan baru,” tutur Rosan.

Selain eksplorasi proyek, MoU ini juga membuka jalan menuju kerja sama institusional yang lebih dalam. Kedua sovereign funds akan saling bertukar keahlian dalam manajemen investasi, tata kelola, dan pengembangan proyek, serta memperkuat koordinasi operasional pada joint venture di masa depan. Pendekatan ini mencerminkan strategi keterlibatan internasional Danantara Indonesia yang lebih luas dan memperkuat mandat jangka panjangnya untuk mendorong investasi berdampak, menarik kemitraan global, dan berkontribusi pada peran Indonesia dalam membentuk kerja sama ekonomi regional.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang bermakna, yang mendukung ambisi pembangunan Yordania sekaligus menciptakan jalur nilai baru bagi Indonesia. Perjanjian ini bukan tujuan akhir, melainkan titik awal dari keterlibatan strategis yang lebih luas yang akan terus berkembang dalam skala dan signifikansinya dari waktu ke waktu,” sebut Rosan.

Menteri Investasi Yordania, H.E. Dr. Tareq Abu Ghazaleh, menyambut baik kolaborasi ini dan mencatat bahwa inisiatif tersebut mengikuti arahan Yang Mulia Raja Abdullah II, khususnya setelah kunjungan beliau ke Indonesia baru-baru ini. Itu adalah peluang untuk keterlibatan yang lebih mendalam dengan Danantara Indonesia menjadi sorotan. Ia menekankan keunggulan strategis Yordania, termasuk sumber daya manusia yang terampil, sumber daya alam, posisi geografis, serta lingkungan regulasi yang mendukung, yang bersama-sama menciptakan fondasi kuat bagi proyek investasi besar dan kemitraan berkelanjutan.

MoU ini meletakkan dasar bagi kolaborasi terstruktur dan multi–fase antara Danantara Indonesia dan Jordan Investment Fund. Kedua institusi akan memulai proses terkoordinasi untuk mengevaluasi peluang investasi bernilai tinggi di berbagai sektor prioritas Yordania. Ini mencakup identifikasi proyek pengembangan strategis, penyelarasan tujuan investasi, serta pelaksanaan studi kelayakan mendalam untuk memastikan bahwa setiap inisiatif membawa nilai ekonomi dan dampak pembangunan jangka panjang. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya