Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Masuk Industri Keuangan Indonesia, Robinhood Markets: Pasarnya Menjanjikan

Ihfa Firdausya
08/12/2025 20:06
Masuk Industri Keuangan Indonesia, Robinhood Markets: Pasarnya Menjanjikan
Robinhood Markets mengakuisisi dua perusahaan Indonesia.(Robinhood Markets)

Robinhood Markets Inc, perusahaan layanan keuangan asal Amerika Serikat, resmi mengambil langkah strategis untuk memasuki pasar Indonesia. Perusahaan tersebut telah menyetujui rencana akuisisi terhadap PT Buana Capital, pialang berlisensi di Indonesia, serta PT Pedagang Aset Kripto, perusahaan aset digital yang terdaftar dan diawasi regulator. Dua aksi korporasi ini akan menjadi pintu masuk Robinhood ke industri keuangan Indonesia dan mempercepat ekspansinya di kawasan Asia Tenggara maupun pasar global.

Indonesia menjadi pasar yang sangat menarik bagi Robinhood karena pertumbuhan pesat jumlah investor. Hingga Oktober 2025, terdapat 19 juta investor pasar modal dan 17 juta investor kripto. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun mencatat kenaikan 21,5% year-to-date, menjadikannya salah satu indeks dengan performa terbaik di Asia-Pasifik. Pada periode yang sama, penambahan 4,28 juta investor baru (naik 58,4% yoy) menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap platform investasi digital, terutama lewat perangkat seluler.

Di sisi aset digital, transaksi kripto mencapai Rp 409,56 triliun sepanjang 2025, dengan nilai perdagangan pada Oktober saja menyentuh Rp 49,28 triliun, melonjak 27,6% dibanding bulan sebelumnya.

“Indonesia merupakan pasar dengan pertumbuhan yang luar biasa dan sejalan dengan misi Robinhood untuk mendemokratisasi akses keuangan. Kami sangat menantikan untuk menghadirkan inovasi Robinhood kepada masyarakat Indonesia,” ujar Patrick Chan, Head of Asia Robinhood, saat peluncuran aksi korporasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (8/12/2025).

Pendiri Buana Capital Pieter Tanuri akan tetap terlibat sebagai penasihat strategis setelah transaksi rampung. Presiden Direktur Buana Capital, Benny Hardiman Setiabrata, menilai akuisisi ini membuka peluang akses investasi global yang lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia. “Kami optimistis sinergi ini dapat meningkatkan literasi, inklusi keuangan, dan memberikan jalan bagi investor Indonesia untuk masuk ke pasar internasional,” ujarnya.

Setelah proses akuisisi, Robinhood akan tetap melayani nasabah Buana Capital sembari menyiapkan—dengan persetujuan regulator—peluncuran produk perdagangan saham AS, aset kripto global, dan instrumen internasional lainnya secara luas.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa kehadiran Robinhood berpotensi mendorong kompetisi sehat di industri, memperluas ragam produk, menekan biaya layanan, serta mempercepat transfer teknologi. Namun, Robinhood diwajibkan untuk memenuhi seluruh regulasi, standar perlindungan investor, keamanan data, serta ketentuan pemasaran yang bertanggung jawab.

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu, Masyita Crystallin, menyambut masuknya Robinhood sebagai momentum penting bagi modernisasi pasar keuangan Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan deregulasi lanjutan, termasuk rencana demutualisasi bursa pada tahun 2026.

“Ini adalah tanda yang baik. Dan di sini Anda ingin menggunakan lebih banyak teknologi, seperti yang Anda katakan, lebih memungkinkan sistem agar investor merasa nyaman menggunakannya, berinvestasi, dan merasa aman dalam melakukannya. Kami ingin memastikan bahwa bursa lebih terbuka terhadap teknologi baru dan inovasi,” ungkap Masyita.

Direktur Bursa Efek Indonesia, Risa E. Rustam, menilai kemitraan Robinhood–Buana Capital sebagai perpaduan kekuatan global dan lokal. Menurutnya, langkah ini dapat mempercepat literasi keuangan dan memperluas akses masyarakat ke pasar investasi global melalui teknologi yang lebih user-friendly.

Sebagai perusahaan yang berbasis di Menlo Park, California, Robinhood telah mengubah lanskap perdagangan ritel global lewat model bisnis bebas komisi dan fitur investasi yang mudah diakses. Sementara itu, Buana Capital dan Pedagang Aset Kripto, yang keduanya berlisensi OJK, menjadi fondasi lokal bagi Robinhood untuk membangun penetrasi pasar yang lebih kuat.

Transaksi akuisisi saat ini masih menunggu persetujuan OJK dan regulator lain, dengan target penyelesaian pada paruh pertama 2026.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya