Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Perluas Edukasi Kripto ke Industri Travel lewat Aplikasi Agen Perjalanan

Insi Nantika Jelita
04/12/2025 21:31
Perluas Edukasi Kripto ke Industri Travel lewat Aplikasi Agen Perjalanan
Ilustrasi(Dok Pintu)

INDUSTRI kripto dan industri travel Indonesia memasuki fase baru kolaborasi seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aset digital dan pergeseran pola perjalanan global. Melalui program edukasi Pintu Goes to Office, aplikasi kripto Pintu menyambangi kantor PT Global Tiket Network (tiket.com) pada 2 Desember 2025. 

Chief Marketing Officer (CMO) Pintu Timothius Martin menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas inklusi kripto. 

“Kunjungan ini sangat spesial bagi kami, karena tiket.com menjadi perusahaan pertama di luar industri keuangan yang kami sambangi untuk bersama-sama berdiskusi mengenai industri kripto,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dari sisi tiket.com, antusiasme hadir melalui komunitas internal perusahaan, termasuk investment club yang aktif membahas berbagai instrumen investasi. People Experience & Communication Senior Manager tiket.com, Tio Manik, menyambut baik inisiatif tersebut. 

“Datangnya Pintu ke kantor tiket.com lewat program Pintu Goes to Office tentu disambut antusiasme positif dari teman-teman yang tergabung di investment club yang mendapatkan pengetahuan mengenai aset kripto dan teknologi blockchain langsung dari pakar dan pelaku di industri kripto,” jelasnya.

Perluasan edukasi kripto ke industri travel dinilai bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, keterkaitan kedua sektor ini meningkat pesat, salah satunya melalui fenomena kripto tourism. Istilah yang dipopulerkan sejak 2017 ini merujuk pada wisatawan yang melakukan perjalanan ke negara-negara ramah kripto, baik untuk pembayaran berbasis kripto, menghadiri konferensi blockchain, maupun menikmati ekosistem digital-friendly yang semakin berkembang. 

Menurut Investopedia, tren ini menandai pergeseran cara wisatawan memilih destinasi, yang kini mempertimbangkan apakah negara tersebut memiliki regulasi terbuka atau fasilitas pendukung transaksi aset digital.

Di Indonesia, perkembangan industri kripto juga menunjukkan tren positif. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2025 mencatat nilai transaksi kripto bulanan tumbuh 27,64% hingga mencapai Rp49,28 triliun. Jumlah investor kripto pun terus bertambah, mencapai 18,61 juta investor per September 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin diterima sebagai instrumen investasi dan teknologi pendukung ekonomi digital.

Kondisi tersebut menjadikan sektor travel salah satu industri yang berpotensi terhubung secara alami dengan ekosistem kripto.

Dari sisi perusahaan travel, pemahaman teknologi blockchain dapat membuka berbagai peluang seperti sistem loyalti berbasis token, hingga pembayaran internasional yang lebih efisien. Sedangkan dari perspektif industri kripto, sektor travel memiliki basis pengguna yang luas, beragam, dan erat kaitannya dengan inovasi digital. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya