Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Perlambatan Global

Insi Nantika Jelita
08/11/2025 03:22
Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Perlambatan Global
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar(Dok. Kanal Youtube OJK)

KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi global yang masih menunjukkan perlambatan aktivitas. Ini berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Oktober 2025. 

Di Amerika Serikat (AS), perekonomian mulai menunjukkan tanda pelemahan. Pasar tenaga kerja mengalami tekanan, ancaman penutupan pemerintah atau government shutdown kembali mencuat, dan sejumlah perusahaan besar menghadapi risiko gagal bayar. Namun demikian, bank sentral AS, The Federal Reserve, diperkirakan akan mengambil sikap lebih longgar melalui penurunan suku bunga kebijakan.

Sementara itu, di Tiongkok, beberapa indikator permintaan berada di bawah ekspektasi pasar. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tercatat melambat, dengan konsumsi rumah tangga yang masih tertahan. Penjualan ritel serta aktivitas sektor properti juga menunjukkan perlambatan, menandakan masih lemahnya konsumsi domestik.

"Stabilitas sektor jasa keuangan (nasional) tetap terjaga meski indikator kinerja perekonomian global menunjukkan perlambatan aktivitas di berbagai kawasan," kata Mahendra dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Oktober 2025 secara daring, Jumat (7/11).

Untuk kondisi dalam negeri, lanjutnya, perekonomian Indonesia dinilai tetap solid. Pertumbuhan ekonomi triwulan III tercatat sebesar 5,04% dan indeks PMI manufaktur masih berada pada zona ekspansif. 

Kendati demikian, OJK menilai permintaan domestik memerlukan dukungan lebih lanjut, seiring moderasi inflasi dan masih berhati-hatinya konsumen dalam belanja, yang tecermin dari perkembangan penjualan ritel, semen, dan kendaraan bermotor.

Dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, OJK menegaskan komitmennya mendukung optimalisasi peran sektor jasa keuangan, antara lain melalui perluasan akses pembiayaan.

Mahendra menekankan bahwa Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) berfungsi sebagai sumber informasi netral mengenai rekam jejak kredit, bukan sebagai satu-satunya dasar penilaian kelayakan pembiayaan.

"Penilaian pemberian kredit tetap harus mempertimbangkan karakter, arus kas, kapasitas pembayaran, dan prospek usaha ke depan. SLIK tidak dimaksudkan menjadi hambatan bagi pihak yang memerlukan pembiayaan," ujar Mahendra.

Selain itu, OJK terus memperkuat koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) serta menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga secara menyeluruh. (Ins/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik