Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

RDMP Balikpapan Ditarget Naikkan Produksi BBM 100 Ribu Barel per Hari

Naufal Zuhdi
01/12/2025 12:40
RDMP Balikpapan Ditarget Naikkan Produksi BBM 100 Ribu Barel per Hari
Ilustrasi(Antara)

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dikerjakan Pertamina mendapat apresiasi sebagai salah satu langkah paling konkret dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Modernisasi kilang terbesar yang dilakukan Pertamina tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap pengurangan impor BBM sekaligus peningkatan kualitas pasokan energi dalam negeri.

Praktisi Migas, Hadi Ismoyo mengatakan RDMP Balikpapan merupakan bukti nyata transformasi dan keseriusan Pertamina dalam menjawab ketergantungan Indonesia pada BBM impor. Menurutnya, proyek yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut sangat relevan dengan kebutuhan energi nasional yang terus tumbuh. 

“Benar sekali, RDMP Balikpapan adalah langkah konkret menuju kemandirian energi nasional. Ini investasi besar yang hasilnya langsung dirasakan industri dan masyarakat,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Senin (1/12).

Hadi meyakini, modernisasi Kilang Balikpapan dapat menjadi faktor strategis dalam menekan impor. RDMP akan meningkatkan kapasitas produksi BBM dari sekitar 260 ribu barel per hari (bopd) menjadi 360 ribu bopd. Dengan peningkatan ini, total produksi Pertamina melalui Kilang Pertamina Internasional (KPI) akan mencapai sekitar 1,1 juta bopd. 

“Dengan kapasitas baru ini, impor BBM dapat berkurang setidaknya 100 ribu bopd. Ini angka signifikan dalam neraca energi nasional,” tegasnya.

Meski demikian, Hadi menilai RDMP Balikpapan belum sepenuhnya menjadi game changer karena kebutuhan BBM Indonesia saat ini telah menyentuh 1,5 juta bopd. Dengan peningkatan produksi, Indonesia tetap harus mengimpor sekitar 400 ribu bopd. Namun, ia menekankan bahwa RDMP Balikpapn tetap merupakan pijakan penting yang mengurangi tekanan impor serta memperkuat struktur energi Indonesia jangka panjang.

Di sisi kualitas, Hadi menyebut bahwa RDMP akan membawa lompatan besar melalui teknologi kilang berstandar global.

“Ada tiga teknologi inti dalam RDMP Balikpapan, yaitu Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC), Naptha Block, dan Hydrotreating Unit. Ini membuat kilang mampu menghasilkan BBM berstandar Euro V dengan kandungan sulfur di bawah 10 ppm,” jelasnya. 

Dengan adanya teknologi tersebut, produk BBM seperti RON 92 akan semakin ramah lingkungan serta menekan emisi kendaraan.

Di sisi lain, Hadi menyampaikan bahwa dampak ekonomi RDMP juga dinilai sangat besar. Selain mengurangi impor dan menghemat devisa, fasilitas tersebut akan memperluas lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi lokal di kawasan penyangga kilang. “Dengan asumsi nilai ekonomi BBM sekitar Rp14.000 per liter, RDMP Balikpapan berpotensi menambah revenue KPI hingga Rp100 triliun per tahun, termasuk produk turunannya,” papar Hadi.

Terkait kesiapan operasional, Hadi menyampaikan keyakinan penuh kepada Pertamina. “Yakin, Pertamina sudah siap. Yang terpenting adalah tetap fokus pada aspek HSE saat kilang mulai beroperasi komersial,” imbuhnya.

Sebagai informasi, RDMP Balikpapan yang akan diresmikan pada 17 Desember 2025 ini menjadi salah satu proyek energi paling vital, sekaligus simbol transformasi sektor migas Indonesia menuju kemandirian, efisiensi, dan keberlanjutan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik