Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dukung Percepatan Transisi Energi, Wärtsilä Tingkatkan Stabilitas Jaringan Listrik Indonesia

Ihfa Firdausya
21/11/2025 21:54
Dukung Percepatan Transisi Energi, Wärtsilä Tingkatkan Stabilitas Jaringan Listrik Indonesia
Energy Business Director, Australasia, Wärtsilä Energy Kari Punnonen.(MI/Ihfa Firdausya)

PERUSAHAAN teknologi Wärtsilä berkomitmen mendukung percepatan transisi energi di Indonesia. Energi terbarukan memiliki sifat intermiten atau tidak selalu menghasilkan listrik sepanjang waktu. Karenanya dapat membuat jaringan rentan terhadap fluktuasi dan berpotensi menyebabkan pemadaman atau gangguan pasokan listrik.

Pembangkit listrik berbasis mesin Wärtsilä mengatasi tantangan ini dengan menyediakan respons frekuensi yang sangat cepat. Ia mampu aktif dalam hitungan detik untuk memulihkan keseimbangan jaringan ketika output energi terbarukan menurun.

“Fleksibilitas telah menjadi atribut paling krusial dalam sistem tenaga listrik modern. Teknologi fleksibel seperti mesin diperlukan untuk memungkinkan peningkatan penggunaan energi terbarukan tanpa mengorbankan keandalan," ujar Energy Business Director, Australasia, Wärtsilä Energy Kari Punnonen dalam acara Energy Transition Roundtable pada Electricity Connect 2025 di Jakarta, Jumat (21/11).

Mesin Wärtsilä dapat menyala dan mencapai beban penuh dalam waktu kurang dari dua menit. Teknologi ini juga telah dirancang untuk masa depan dengan kemampuan beroperasi menggunakan bahan bakar berkelanjutan seperti hidrogen. 

Contohnya pembangkit listrik mesin Wärtsilä di Pulau Lombok yang berkapasitas 135 MW memasok hampir 60% dari total kebutuhan listrik pulau tersebut. Setengah dari kapasitas mesin beroperasi sebagai pembangkit beban dasar. Sementara sisanya berfungsi dalam mode penyeimbang, menyediakan pengendalian frekuensi ketika terjadi gangguan pada jaringan.

Fleksibilitas operasional ini memungkinkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 20 MW di Lombok beroperasi secara andal tanpa penyimpanan energi berbasis baterai. Sebuah studi kasus yang disorot dalam roundtable untuk menunjukkan bagaimana teknologi mesin yang responsif dapat mendorong pertumbuhan energi terbarukan sekaligus menjaga stabilitas sistem. 

“Lombok membuktikan bahwa Indonesia dapat menyeimbangkan energi terbarukan sekaligus menjaga keandalan jaringan tanpa harus melakukan investasi berlebihan pada penyimpanan energi atau spinning reserve,” ujar Sales Director Wärtsilä Energy Febron Siregar.

“Teknologi mesin kami mampu merespons fluktuasi secara cepat dan menstabilkan jaringan dalam hitungan detik," imbuhnya.

FLEkSIBILITAS JARINGAN
Dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB Kevin Marojahan Banjar Nahor menambahkan, pendekatan Wärtsilä mencerminkan kebutuhan Indonesia pada tahap transisi energi saat ini. Untuk meningkatkan kapasitas tenaga surya dan angin secara nasional, fleksibilitas jaringan bukan lagi pilihan tetapi menjadi kebutuhan mendasar.

"Solusi yang mampu merespons dalam hitungan detik, seperti teknologi mesin Wärtsilä yang terbukti di Lombok, memastikan bahwa energi terbarukan yang bersifat intermiten dapat diintegrasikan tanpa mengorbankan keandalan sistem," paparnya.

Transisi energi Indonesia memerlukan penyelarasan kebijakan yang berani serta teknologi yang mampu menjembatani kebutuhan energi saat ini dengan masa depan yang berbasis energi terbarukan. RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) menetapkan hampir 3 GW proyek pembangkit listrik mesin gas (PLTMG) baru pada periode 2025–2034. 

CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa yang hadir sebagai panelis menekankan, hal ini menunjukkan bahwa fleksibilitas dan keandalan tetap menjadi inti dari strategi energi nasional.

"Untuk mempercepat integrasi energi terbarukan, Indonesia sangat membutuhkan solusi pembangkit yang dapat naik-turun daya dengan cepat, menstabilkan jaringan, dan memastikan keandalan di sistem kepulauan kita yang beragam," katanya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik