Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Indocement mempercepat transisi energi dengan menggantikan batu bara dengan Refuse-Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan mengurangi dampak lingkungan dalam industri semen, melalui pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien.
Direktur Indocement, Oey Marcos, menyampaikan, Indocement menyadari bahwa penggunaan batu bara dalam produksi semen menghasilkan dampak lingkungan yang besar, terutama dalam bentuk emisi karbon dan polusi udara. Oleh karena itu, perusahaan ini beralih ke RDF sebagai pengganti batu bara untuk mengurangi dampak tersebut. RDF sendiri terbuat dari sampah kota yang telah diproses, yang tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga menyediakan sumber energi yang lebih bersih.
"RDF menawarkan solusi yang sangat efektif dalam mengurangi dampak lingkungan dari produksi semen. Selain menggantikan batu bara yang lebih mencemari, RDF juga memberikan kontribusi pada pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan," ujar Oey Marcos, Selasa (11/11).
Indocement telah menjalin berbagai kemitraan dengan pemerintah daerah dan mitra industri untuk memanfaatkan RDF sebagai bahan bakar alternatif. Kerja sama dengan TPST Bantargebang dan RDF Plant Rorotan di Jakarta, yang memproses lebih dari 1.500 ton sampah per hari, menjadi contoh nyata dari upaya perusahaan ini.
Selain itu, Indocement juga menggandeng pemerintah provinsi Jawa Barat dan beberapa kota besar lainnya seperti Makassar dan Cimahi untuk mengelola sampah yang dapat dimanfaatkan dalam produksi energi.
"Melalui kemitraan ini, kami tidak hanya mengurangi ketergantungan pada batu bara, tetapi juga turut serta dalam penyelesaian masalah sampah yang terus berkembang di kota-kota besar," tambah Oey.
Namun, kata Oey, meskipun langkah ini sangat positif, tantangan besar tetap ada. Pengelolaan sampah di Indonesia, terutama di kota-kota besar, sering kali terkendala oleh infrastruktur yang belum memadai. Hal ini membuat program daur ulang dan pemanfaatan RDF belum bisa sepenuhnya berjalan optimal.
Untuk itu, Indocement terus mengupayakan kolaborasi yang lebih erat antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan bahwa sistem pengelolaan sampah dan pemanfaatan RDF bisa berjalan dengan lebih efektif.
"Kami percaya bahwa kolaborasi yang lebih kuat antara sektor swasta dan pemerintah sangat diperlukan untuk mempercepat pengelolaan sampah dan implementasi RDF yang lebih luas," ungkap Oey Marcos.
CSR Manager Indocement, Gadang Wardono, Selain fokus pada pengelolaan energi dan sampah, Indocement juga menunjukkan komitmen sosial melalui program pemberdayaan tenaga konstruksi. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat untuk menyelenggarakan Forum Jasa Konstruksi, yang memberikan pelatihan hard skill dan soft skill kepada lebih dari 150 peserta.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi agar siap menghadapi tuntutan industri yang terus berkembang.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi di Indonesia dan siap menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks," kata Gadang.
Corporate Secretary Indocement, Dani Handajani, menyampaikan, Indocement juga aktif dalam proyek-proyek sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Salah satunya adalah renovasi rumah tidak layak huni milik Ibu Fitri di Desa Gunungsari, Kabupaten Bogor, yang rusak akibat bencana hujan angin. Proyek renovasi ini diharapkan selesai dalam tiga bulan ke depan, memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga yang terdampak bencana.
"Kami sangat peduli terhadap kondisi sosial di sekitar pabrik kami. Melalui proyek renovasi ini, kami berupaya membantu masyarakat yang terdampak bencana dan memberikan kontribusi pada pembangunan lingkungan yang lebih baik," ungkap Dani Handajani, Corporate Secretary Indocement.
Menurut Dani, dengan langkah-langkah tersebut, Indocement tidak hanya berfokus pada peningkatan operasional dan efisiensi energi, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan. Peralihan ke RDF, pemberdayaan tenaga kerja konstruksi, serta program sosial seperti renovasi rumah menunjukkan komitmen Indocement dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Z-10)
Isu ESG (Environmental, Social, Governance) semakin menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi global.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan akan segera beroperasi penuh setelah seluruh dukungan armada pengangkut sampah dipastikan siap.
Baznas RI dan Masjid Al Bakrie luncurkan program Sedekah Barang, ajak masyarakat berbagi barang layak pakai sekaligus kurangi dampak lingkungan.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup melakukan pengawasan intensif terhadap lima perusahaan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas pada 20–23 Agustus 2025.
Kelola limbah domestik dengan efektif! Panduan praktis pengelolaan sampah rumah tangga untuk lingkungan bersih dan sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved