Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kurangi Dampak Lingkungan, Industri Semen Beralih ke RDF

 Gana Buana
11/11/2025 21:29
Kurangi Dampak Lingkungan, Industri Semen Beralih ke RDF
Pekerja menggunakan forklift untuk memindahkan tumpukan sak semen di pabrik Indocement, Citereup, Bogor(Dok. MI)

Indocement mempercepat transisi energi dengan menggantikan batu bara dengan Refuse-Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan mengurangi dampak lingkungan dalam industri semen, melalui pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien.

Direktur Indocement, Oey Marcos, menyampaikan, Indocement menyadari bahwa penggunaan batu bara dalam produksi semen menghasilkan dampak lingkungan yang besar, terutama dalam bentuk emisi karbon dan polusi udara. Oleh karena itu, perusahaan ini beralih ke RDF sebagai pengganti batu bara untuk mengurangi dampak tersebut. RDF sendiri terbuat dari sampah kota yang telah diproses, yang tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga menyediakan sumber energi yang lebih bersih.

"RDF menawarkan solusi yang sangat efektif dalam mengurangi dampak lingkungan dari produksi semen. Selain menggantikan batu bara yang lebih mencemari, RDF juga memberikan kontribusi pada pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan," ujar Oey Marcos, Selasa (11/11).

Indocement telah menjalin berbagai kemitraan dengan pemerintah daerah dan mitra industri untuk memanfaatkan RDF sebagai bahan bakar alternatif. Kerja sama dengan TPST Bantargebang dan RDF Plant Rorotan di Jakarta, yang memproses lebih dari 1.500 ton sampah per hari, menjadi contoh nyata dari upaya perusahaan ini.

Selain itu, Indocement juga menggandeng pemerintah provinsi Jawa Barat dan beberapa kota besar lainnya seperti Makassar dan Cimahi untuk mengelola sampah yang dapat dimanfaatkan dalam produksi energi.

"Melalui kemitraan ini, kami tidak hanya mengurangi ketergantungan pada batu bara, tetapi juga turut serta dalam penyelesaian masalah sampah yang terus berkembang di kota-kota besar," tambah Oey.

Meningkatkan Infrastruktur Pengelolaan Sampah

Namun, kata Oey, meskipun langkah ini sangat positif, tantangan besar tetap ada. Pengelolaan sampah di Indonesia, terutama di kota-kota besar, sering kali terkendala oleh infrastruktur yang belum memadai. Hal ini membuat program daur ulang dan pemanfaatan RDF belum bisa sepenuhnya berjalan optimal.

Untuk itu, Indocement terus mengupayakan kolaborasi yang lebih erat antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan bahwa sistem pengelolaan sampah dan pemanfaatan RDF bisa berjalan dengan lebih efektif.

"Kami percaya bahwa kolaborasi yang lebih kuat antara sektor swasta dan pemerintah sangat diperlukan untuk mempercepat pengelolaan sampah dan implementasi RDF yang lebih luas," ungkap Oey Marcos.

CSR Manager Indocement, Gadang Wardono, Selain fokus pada pengelolaan energi dan sampah, Indocement juga menunjukkan komitmen sosial melalui program pemberdayaan tenaga konstruksi. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat untuk menyelenggarakan Forum Jasa Konstruksi, yang memberikan pelatihan hard skill dan soft skill kepada lebih dari 150 peserta.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi agar siap menghadapi tuntutan industri yang terus berkembang.

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi di Indonesia dan siap menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks," kata Gadang.

Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni

Corporate Secretary Indocement, Dani Handajani, menyampaikan, Indocement juga aktif dalam proyek-proyek sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Salah satunya adalah renovasi rumah tidak layak huni milik Ibu Fitri di Desa Gunungsari, Kabupaten Bogor, yang rusak akibat bencana hujan angin. Proyek renovasi ini diharapkan selesai dalam tiga bulan ke depan, memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga yang terdampak bencana.

"Kami sangat peduli terhadap kondisi sosial di sekitar pabrik kami. Melalui proyek renovasi ini, kami berupaya membantu masyarakat yang terdampak bencana dan memberikan kontribusi pada pembangunan lingkungan yang lebih baik," ungkap Dani Handajani, Corporate Secretary Indocement.

Menurut Dani, dengan langkah-langkah tersebut, Indocement tidak hanya berfokus pada peningkatan operasional dan efisiensi energi, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan. Peralihan ke RDF, pemberdayaan tenaga kerja konstruksi, serta program sosial seperti renovasi rumah menunjukkan komitmen Indocement dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya