Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ini 4 Strategi Mengelola Risiko Trading Futures Leverage Tinggi 

Basuki Eka Purnama
21/11/2025 20:36
Ini 4 Strategi Mengelola Risiko Trading Futures Leverage Tinggi 
Ilustrasi(Freepik)

TRADING futures memungkinkan kamu membuka posisi dengan nilai yang jauh lebih besar dengan menggunakan leverage. Tapi, semakin tinggi leverage yang digunakan, semakin penting juga untuk mengelola margin dengan bijak agar posisi tetap bertahan dalam berbagai kondisi pasar. .

Apa Itu Leverage?

Leverage adalah fitur yang memungkinkan kamu membuka posisi lebih besar dari jumlah modal yang kamu punya. Misalnya, dengan leverage 10x, kamu bisa membuka posisi senilai US$1.000 hanya dengan modal US$100.

Fitur ini memang bisa memperbesar potensi keuntungan, tapi juga memperbesar risiko risiko kerugian. Sedikit saja harga bergerak ke arah yang salah, posisi kamu bisa langsung ditutup (likuidasi) kalau marginnya tidak cukup.

Kalau kamu masih pemula dan ingin mencoba trading futures dengan leverage tinggi, tidak perlu khawatir. 

Strategi Futures Trading dengan Leverage Tinggi

Saat melakukan trading di Pintu Futures, Anda bisa mengatur leverage-mu di antara 1-25x. Artinya, kamu bisa membuka posisi hingga 25 kali lebih besar dari margin yang tersedia. 

Menggunakan leverage tinggi memang memungkinkan trader membuka posisi jauh lebih besar dengan modal yang terbatas. Namun tanpa strategi yang tepat, penggunaan leverage bisa berujung pada kerugian besar. 

Berikut beberapa strategi yang dapat membantu kamu mengelola leverage tinggi dengan lebih bertanggung jawab:

1. Tentukan Margin dengan Tepat

Hindari menggunakan terlalu banyak margin dalam satu posisi. Misalnya, pertimbangkan untuk mengalokasikan maksimal 5%-10% dari total modal sebagai initial margin untuk setiap posisi guna mengelola eksposur dengan lebih efektif. Sisanya, dapat dijadikan margin untuk menahan kerugian jika terjadi kesalahan analisis.

Jika mengacu pada contoh kasus di atas, dengan hanya menggunakan initial margin dengan total sebesar US$50 dari account balance sebesar US$500, maka kamu tidak menggunakan seluruh saldo di akun. 

Sebagai perbandingan, jika kamu menggunakan leverage penuh 25x, akunmu hanya sanggup menahan kerugian sebesar 3% dari nilai portofolio sebelum akhirnya dilikuidasi. 

Jadi, dengan menyesuaikan jumlah modal yang digunakan dan ukuran posisi, kamu sebenarnya sedang mengelola leverage secara efektif dan sekaligus mengurangi risiko likuidasi.

Banyak pemula belum memahami dengan benar cara menghitung margin ketika menggunakan leverage tinggi. 

Akibatnya, posisi yang dibuka terlalu besar dibandingkan kapasitas modal, padahal margin yang tersedia untuk menahan pergerakan harga sangat terbatas. Salah perhitungan margin ini membuat posisi rentan terlikuidasi karena tidak ada cukup “bantalan” untuk menanggung fluktuasi pasar.

2. Selalu Gunakan Take-Profit dan Stop-Loss

Dalam trading futures dengan leverage tinggi, take-profit dan stop-loss adalah langkah yang tidak boleh diabaikan. Stop-loss bantu batasi kerugian secara otomatis, sementara take-profit mengunci keuntungan sesuai target. 

Kebiasaan ini mendukung disiplin dan menjaga strategi trading kamu tetap berjalan sesuai rencana, tanpa terganggu oleh emosi sesaat.

Selain itu, kamu juga bisa menghitung take-profit dan stop-loss berdasarkan rasio risk-to-reward. Rasio ini berguna untuk memastikan potensi keuntungan sepadan dengan kerugian yang mungkin terjadi. 

Misalnya, dengan rasio 1:3, artinya setiap potensi kerugian US$100 harus diimbangi target keuntungan minimal US$300.

Selain itu, gunakan limit order saat mengeksekusi take-profit maupun stop-loss, terutama di pasar yang sangat volatil. 

Penggunaan limit order dapat membantu mengurangi dampak pergerakan harga terhadap eksekusi order, yang sering terjadi saat harga bergerak cepat.

3. Kelola Emosi dan Hindari Overtrading

Trading dengan leverage tinggi membuat nilai saldo berubah sangat cepat, bahkan dalam hitungan menit. Kondisi ini sering memicu tekanan emosional, mulai dari rasa takut kehilangan hingga keinginan berlebihan untuk meraih keuntungan besar. 

Tidak jarang, trader justru membuka posisi berulang kali tanpa pertimbangan matang, hanya karena ingin menutupi kerugian sebelumnya atau mengejar keuntungan secara impulsif.

Kebiasaan ini dikenal sebagai overtrading dan risikonya sangat besar karena bisa menguras modal dalam waktu singkat. 

Untuk menghindarinya, tetap berpegang pada rencana trading yang sudah dibuat, batasi jumlah posisi yang dibuka, dan berikan jeda agar pikiran tetap jernih sebelum memutuskan entry berikutnya.

4. Pilih Aset dengan Pertimbangan yang Tepat

Tidak semua aset kripto cocok untuk trading leverage tinggi. Jika kamu masih pemula, sebaiknya pilih aset dengan ukuran kapitalisasi pasar tinggi, misalnya seperti BTC, ETH, atau SOL. 

Aset berkapitalisasi besar umumnya memiliki pergerakan harga yang lebih stabil, sehingga risiko likuidasi lebih mudah dikendalikan.

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan momentum pasar dengan memperhatikan funding rate. Funding rate yang besar, misalnya berkisar di 0,5% hingga 2%, bisa menjadi petunjuk bahwa sentimen aset sedang kuat ke satu arah. Ketika funding rate bernilai negatif, artinya mayoritas trader membuka posisi short, sehingga trader yang memilih posisi long akan mendapatkan pembayaran funding. Singkatnya:

  • Funding rate negatif - mayoritas trader ambil posisi short.
  • Funding rate positif - mayoritas trader ambil posisi long. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya