Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2025, yang hasilnya diumumkan Rabu (19/11) siang ini. Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai penahanan suku bunga menjadi langkah paling tepat di tengah volatilitas nilai tukar rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar AS. Menurutnya, kondisi pasar global yang masih tidak menentu dan pandangan pasar yang terbelah mengenai arah kebijakan The Fed bulan depan, menjadi alasan kuat bagi BI untuk menjaga suku bunga tetap stabil.
“Saya melihat faktor-faktor ini membuat BI kemungkinan besar mempertahankan suku bunga di 4,75% bulan ini,” ujar Myrdal.
Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, mengemukakan pandangan serupa. Ia menyoroti tekanan inflasi yang mulai meningkat seiring permintaan musiman, serta arus modal keluar yang terus berlangsung meskipun The Fed memangkas suku bunga pada FOMC Oktober 2025.
Data menunjukkan, antara pertengahan Oktober hingga pertengahan November, terjadi arus keluar modal bersih sekitar US$0,95 miliar dari pasar obligasi dan saham Indonesia, sebagian besar akibat penjualan obligasi pemerintah oleh investor asing. Situasi ini diperburuk oleh kekhawatiran terhadap risiko fiskal dan quasi-fiskal menyusul rencana pemerintah mengambil alih utang proyek kereta cepat Whoosh.
Dalam periode yang sama, rupiah melemah dari Rp16.555 per dolar AS menjadi sekitar Rp16.695 per dolar AS, turun sekitar 0,85%.
Department Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman, juga menilai BI cenderung mempertahankan suku bunga di tengah ketidakpastian global yang mendorong sikap risk-off pelaku pasar. Namun, ia melihat peluang penurunan suku bunga pada Desember 2025 sebesar 25 basis poin, bergantung pada inflasi, nilai tukar, aliran modal asing, serta arah kebijakan The Fed. (Ant/E-3)
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi
BI resmi mengganti Jibor dengan Indonia mulai 1 Januari 2026. Indonia berbasis transaksi riil (weighted average), menjamin transparansi pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
IHSG ditutup menguat ke posisi 9.134,70 pada Selasa (20/1). Simak analisis dampak ketegangan dagang AS-Eropa dan keputusan BI Rate
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved