Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti masih tingginya biaya logistik di wilayah timur Indonesia. Kondisi itu, menurutnya, disebabkan oleh ketimpangan infrastruktur dan konektivitas nasional yang masih terpusat di Pulau Jawa.
“Biaya logistik kita masih tinggi, terutama bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia. Ada disparitas karena secara dominan infrastruktur konektivitas terbangun di Jawa,” ujar AHY saat sambangi acara ALFI Convex 2025 di Tangerang, Rabu (12/11/2025).
AHY menilai, meskipun konsentrasi penduduk dan aktivitas ekonomi memang banyak di Pulau Jawa, prinsip pembangunan nasional seharusnya tidak membiarkan ketimpangan antardaerah.
“Negara harus adil. Pemerintah harus sigap dan responsif terhadap semua wilayah, termasuk daerah terdepan, tertinggal, dan terluar,” tegasnya.
Ia menyebut, pemerataan konektivitas menjadi kunci agar biaya logistik bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi lebih menyeluruh. Saat ini, porsi biaya logistik nasional masih sekitar 14,2% dari PDB, jauh di atas negara-negara maju yang rata-rata berada di bawah 10%. AHY melanjutkan, bahwa pemerintah menargetkan penurunan biaya logistik menjadi 12,5% pada 2029 dan 8% pada 2045, sejalan dengan visi Indonesia Emas.
“Kalau ini tercapai, kita akan setara dengan negara-negara maju dalam efisiensi logistik,” katanya.
Selain ketimpangan infrastruktur, AHY menyoroti dominasi transportasi darat yang mencapai 91% dari total moda logistik nasional. Padahal, Indonesia adalah negara maritim dengan lebih dari 17 ribu pulau.
“Ini PR besar buat kita. Logistik kita terlalu bergantung pada darat, padahal potensi laut dan udara besar sekali untuk dioptimalkan,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, AHY mendorong peningkatan kapasitas transportasi laut dan kereta api guna mengurangi beban jalan raya dan menekan biaya distribusi barang ke wilayah luar Jawa. Selain efisien, moda ini juga lebih ramah lingkungan dan mendukung target net zero emission 2060.
AHY kemudian menyampaikan jika pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan kesejahteraan antarwilayah.
“Indonesia harus tumbuh tinggi, tapi tidak boleh ada satu pun daerah yang tertinggal,” ujarnya. (Z-10)
AHY menegaskan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang merata agar manfaat pembangunan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), melakukan kunjungan kerja intensif ke Kabupaten Aceh Tamiang.
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengungkapkan pemerintah akan membentuk Komite Nasional utang Kereta Cepat.
SBY menyatakan bahwa kendali kepemimpinan Partai Demokrat sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa, dalam menghadapi bencana banjir Sumatra yang begitu masif, seluruh elemen pemerintah wajib bergerak cepat dan tepat.
Dengan margin yang sudah tipis, kenaikan biaya logistik berpotensi memaksa pengusaha kecil menaikkan harga jual agar tetap bertahan.
Selain digitalisasi, IPC TPK mulai merancang konsep Hub & Spoke pada terminal-terminal yang dikelola.
Biaya logistik Indonesia sangat tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti paradoks sistem logistik nasional yang masih didominasi transportasi darat hingga 91%
Pemerintah secara serius menargetkan penurunan signifikan pada biaya logistik nasional dalam rangka meningkatkan daya saing industri dan nilai tambah perekonomian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved