Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), melakukan kunjungan kerja intensif ke Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis, (22/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung progres pembangunan infrastruktur pelayanan dasar serta memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan fasilitas hunian yang layak.
Mengawali rangkaian kegiatannya, Menko AHY meresmikan Rumah Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Huntara ini didesain dengan standar kelayakan tinggi yang mencakup ketersediaan air bersih, sanitasi (MCK), drainase, serta akses listrik dan penerangan jalan yang memadai untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengungsi.
Selain hunian, sektor pendidikan menjadi prioritas dalam peninjauan kali ini. Menko AHY menyambangi SMP Negeri 1 Karang Baru untuk memastikan perbaikan sarana dan prasarana sekolah berjalan sesuai jadwal agar proses belajar-mengajar tidak terganggu lebih lama.
Di sektor infrastruktur vital, Menko AHY meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru yang memiliki kapasitas 100 liter per detik. Fokus peninjauan diarahkan pada percepatan penggantian pipa lama yang rusak akibat bencana dengan pipa baru untuk menjamin kontinuitas pasokan air bersih ke rumah tangga dan fasilitas publik.
Infrastruktur penyaluran air bersih dari SPAM menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang juga menjadi perhatian serius. Menko AHY melakukan pengecekan langsung terhadap keandalan jaringan perpipaan dan stabilitas listrik di rumah sakit tersebut.
“Penyediaan air bersih adalah bagian vital dalam pelayanan kesehatan. Kami harus memastikan setiap ruangan yang beroperasi di RSUD ini memiliki akses air yang stabil untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pasien,” ujar Menko AHY di sela-sela peninjauannya.
Menutup rangkaian kunjungan, Menko AHY meninjau contoh hunian tetap yang sedang dikembangkan oleh tim Kemenko Infrastruktur di Desa Lubuk Sidup. Pada kesempatan tersebut, Menko AHY juga menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada warga terdampak sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pangan dasar.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah melalui koordinasi lintas sektor antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Daerah untuk menghadirkan pembangunan yang terpadu, tepat sasaran, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas di daerah terdampak bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY didampingi oleh sejumlah pejabat teras Kemenko Infrastruktur, termasuk Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah Nazib Faizal dan jajaran Staf Khusus Menko. (H-3)
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Pasca serah terima, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan menjalankan mekanisme pengelolaan, termasuk penetapan penerima manfaat, distribusi, serta proses relokasi atau penempatan.
Ibas mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap agar pengungsi tidak terlalu lama berada di tenda darurat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved