Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menilai perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) 100% untuk pembelian rumah akan semakin menggairahkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) oleh perbankan.
“Pertumbuhan kredit tentu memerlukan dukungan faktor lain, terutama yang memperkuat daya beli masyarakat dan kemampuan mereka membayar angsuran,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dikutip dari Antara, Sabtu (1/11).
Dian menjelaskan, sinergi berbagai kebijakan pemerintah yang memperkuat daya beli dan menggairahkan sektor properti akan menjadi katalis bagi ekspansi kredit perbankan dan peningkatan fungsi intermediasi.
Ia menegaskan, perbankan diharapkan tetap berperan optimal sebagai agen pembangunan dengan memanfaatkan kebijakan fiskal dan moneter secara seimbang, namun tetap berpegang pada prinsip prudential banking dan batas risiko yang sehat (risk appetite).
“Likuiditas perbankan sebagian besar bersumber dari dana pihak ketiga, sehingga manajemen risiko dalam pengelolaan dana masyarakat harus dijaga dengan baik. Ada tanggung jawab moral di situ,” tegas Dian.
OJK juga mengapresiasi peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) bagi pelaku UMKM sektor perumahan. Menurut Dian, potensi pasar program ini sangat besar dan diharapkan mampu mempercepat pencapaian Program Pemerintah 3 Juta Rumah.
“Kredit sektor perumahan masih menunjukkan prospek positif. Proyeksi perbankan menunjukkan pertumbuhan KPR akan tetap kuat ke depan,” imbuhnya.
Berdasarkan data OJK, hingga Agustus 2025, kredit properti yang disalurkan perbankan tumbuh 7,14% (yoy), naik dari 7,10% pada bulan sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada KPR yang meningkat 7,22% (yoy).
Pemerintah sebelumnya memperpanjang fasilitas PPN DTP 100% untuk pembelian properti hingga 31 Desember 2027.
“Semula kebijakan ini berlaku sampai akhir 2026, kini diperpanjang satu tahun lagi,” ungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2025 di Jakarta, Selasa (14/10).
Selain itu, pemerintah juga baru-baru ini meluncurkan program KPP untuk memperluas akses pembiayaan bagi pengembang, kontraktor, pedagang bahan bangunan, serta UMKM di sektor perumahan.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menuturkan bahwa kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan ketersediaan rumah, membuka lapangan kerja, memperkuat peran UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (Ant/Z-10)
IHSG mencetak All Time High (ATH) baru di level 8.933,61. Lonjakan harga logam akibat tensi geopolitik AS-Venezuela dan insentif pajak pemerintah jadi pemicu utama.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang insentif pajak pertambahan nilai atau PPN DTP sebesar 100 persen untuk pembelian properti yang berlaku hingga 31 Desember 2027
Stimulus fiskal seperti PPN DTP dan potongan BPHTB dinilai belum mampu dorong penjualan rumah, karena biaya mobilitas dan akses transportasi jadi faktor utama
PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) menutup triwulan III 2025 dengan capaian gemilang. Emiten properti dan perhotelan ini berhasil mencatat lonjakan laba bersih hingga 150%.
Menteri Keuangan Purbaya perpanjang insentif PPN DTP 100% untuk properti hingga Desember 2027, mendukung daya beli kelas menengah dan sektor properti.
realisasi tersebut menjadi yang terbesar kedua secara nasional untuk mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.
BTN mencatat penyaluran KPR melalui skema FLPP hingga 26 September 2025 mencapai 93.098 unit, ditambah 36.589 unit dari BTN Syariah.
BTN siapkan restrukturisasi KPR bagi wartawan di tengah krisis industri media. Program rumah subsidi diluncurkan untuk 1.000 unit, berpeluang naik jadi 3.000.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved