Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengingatkan pemerintah agar tidak menggunakan “tangan besi” dalam mengintervensi harga pasar beras. Ia menilai kebijakan penindakan pada pedagang justru bukan solusi atas kenaikan harga di pasaran.
“Jika harga pasar naik, pemerintah punya instrumen sangat lengkap untuk menstabilkannya kembali. Bapanas dan Bulog harusnya tangkas bergerak disaat harga melonjak. Kini pemerintah malah ambil jalan pintas, bertindak represif pada pedagang,” kata Alex dalam keterangan yang diterima, Selasa (28/10).
Menurutnya, pemerintah tidak perlu khawatir berlebihan menghadapi situasi ini, apalagi stok beras nasional masih terjaga. Ia menekankan pentingnya memastikan program bantuan benar-benar menyasar kelompok rentan, seperti melalui penyaluran bantuan pangan atau beras SPHP.
“Dengan stok beras di gudang Bulog mencapai 3,8 juta ton, pemerintah bisa membantu kelompok sasaran tanpa harus khawatir. Terlebih, musim panen juga sudah makin dekat, di awal tahun 2026,” terang Alex.
Alex yang juga menjabat Ketua Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI menjelaskan bahwa bentuk intervensi yang lebih tepat yaitu memperbaiki pola distribusi dan sistem logistik beras.
“Pemerintah harus menyederhanakan rantai distribusi, sehingga pedagang tidak terbebani biaya pengriman yang terlalu besar,” terangnya.
Selain itu, tambah Alex, sistem logistik juga harus terus disempurnakan. Karena, Bulog diperintahkan membeli harga dengan terbebas dari kualitas.
“Membeli gabah petani dengan mengabaikan kualitas, tentu penuh tantangan. Makanya, kerja tim Bulog harus melebihi rata-rata dalam penanganan gabah yang dibeli dari petani,” tukasnya.
Dengan langkah komprehensif, tukas Alex, stabilisasi harga beras bisa dicapai tanpa perlu menekan pedagang kecil yang juga tengah berjuang menafkahi keluarganya.
“Pemerintah mesti memperkuat distribusi dan keadilan logistik, agar rakyat di seluruh daerah bisa membeli beras dengan harga yang wajar,” kata Alex. (P-4)
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
KENAIKAN harga beras lokal di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, hingga pekan ini masih bertahan tinggi. Penyaluran beras SPHP pun belum mampu menekan kenaikan harga beras di pasar.
Satgas Pangan Provinsi Jawa Tengah dan Polres Klaten dalam sidak harga di Pasar Gedhe Klaten telah menempelkan stiker HET beras medium Rp13.500 dan premium Rp14.900 per kilogram.
Menyadur data harga beras dari Badan Pusat Statistik, sampai minggu kedua Oktober 2025, terdapat 59 kabupaten/kota di 21 provinsi yang masih mengalami fluktuasi harga beras.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait menanggapi serius persoalan harga dan ketersediaan beras yang masih menjadi keluhan utama konsumen.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa penyaluran beras oleh Perum Bulog berjalan sesuai dengan penugasan resmi pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved