Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Super Bank Indonesia (Superbank), bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel dan KakaoBank, kembali mencatatkan kinerja keuangannya yang solid pada Kuartal III 2025.
Hingga akhir September 2025, Superbank membukukan laba sebelum pajak (profit before tax atau PBT) sebesar Rp80,9 miliar, seiring dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 176% year-on-year (YoY) menjadi Rp1,1 triliun.
Pencapaian ini menegaskan keberhasilan strategi digital-first Superbank dalam membangun bisnis yang berkelanjutan, efisien, dan dipercaya masyarakat luas. Hal itu tecermin dari kepercayaan nasabahnya. Saat ini Superbank telah memiliki 5 juta nasabah sejak peluncuran aplikasi digitalnya pada Juni 2024.
Aktivitas transaksi juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Rata-rata jumlah transaksi harian Superbank terus meningkat, tumbuh lebih dari 40% dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh produk inovatif seperti OVO Nabung by Superbank, yang turut mencerminkan meningkatnya adopsi layanan digital serta keaktifan nasabah dalam bertransaksi, termasuk di dalam ekosistem Grab dan OVO.
“Kinerja kuat hingga kuartal ketiga menunjukkan fundamental bisnis digital Superbank yang semakin kokoh. Didukung oleh integrasi layanan dengan Grab dan OVO yang tumbuh pesat, kami terus membuktikan bahwa pendekatan digital-first mampu menghadirkan pertumbuhan yang sehat sekaligus layanan yang aman dan mudah diakses oleh lebih dari 5 juta nasabah kami. Ke depan, kami akan terus menghadirkan inovasi dan layanan digital yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga Superbank dapat tumbuh bersama nasabah dan memberikan dampak positif yang lebih luas," ucap Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, dalam keterangannya, Senin (27/10).
PENINGKATAN SELURUH INDIKATOR
Pertumbuhan nasabah yang pesat turut mendorong peningkatan di seluruh indikator utama keuangan. Hingga Kuartal III 2025, total penyaluran kredit mencapai Rp9,04 triliun, tumbuh 84% YoY, seiring perluasan akses pembiayaan di segmen ritel dan produktif. Pertumbuhan ini mendorong total aset meningkat menjadi Rp16,5 triliun atau naik 70% YoY, menegaskan kemampuan Superbank memperluas pembiayaan secara sehat dan bertanggung jawab.
Kinerja pendanaan juga mencatat tren positif dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 203% YoY menjadi Rp9,8 triliun, mencerminkan peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan digital Superbank.Integrasi ekosistem yang kuat menjadi penggerak utama dalam memperluas akses dan mempercepat inklusi keuangan digital di masyarakat.
MENJAGA KINERJA
Superbank, sambung dia, juga terus menjaga kinerja yang sehat dengan manajemen risiko yang disiplin dan efisiensi operasional yang meningkat. Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di tingkat 92%, mencerminkan keseimbangan yang baik antara ekspansi kredit dan pertumbuhan pendanaan.
Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 10,64%, sementara Cost to Income Ratio (CIR) turun tajam menjadi 70,14% dari 149,65% tahun lalu. Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan NPL Gross di 2,83% dan NPL Net di 1,21%, menegaskan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit dan pengelolaan risiko.
Menutup Kuartal III 2025, Superbank terus memperkuat perannya dalam menghadirkan solusi keuangan yang relevan dan mudah diakses. Kolaborasi erat dengan Grab dan OVO serta pemegang saham lainnya akan terus dikembangkan untuk menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk segmen underbanked, baik ritel maupun UMKM. Dengan momentum positif di seluruh lini bisnis, Superbank optimistis melanjutkan langkah menuju fase pertumbuhan berikutnya yang berkelanjutan. (E-2)
PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp8,34 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan bahwa rating Moody's tidak berdampak terhadap kinerja kredit bank yang dipimpin oleh Hendra Lembong tersebut.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 15,9% secara tahunan.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved